AS Setujui Kontrak Black Hawk-Apache Rp 7 T dengan Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 13:12 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
ilustrasi (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta -

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Kamis (16/9) waktu setempat, mengumumkan persetujuan kontrak pemeliharaan senilai hingga US$ 500 juta (sekitar Rp 7 triliun) untuk armada helikopter militer Arab Saudi. Ini merupakan kontrak pertahanan pertama dengan kerajaan itu sejak Joe Biden menjadi Presiden AS.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (17/9/2021), berdasarkan kesepakatan itu, yang merupakan kelanjutan dari perjanjian sebelumnya, AS akan mengirimkan 350 teknisi kontraktor dan dua pejabat pemerintah selama dua tahun untuk menangani pemeliharaan helikopter tempur Apache dan Black Hawk militer Saudi, serta armada pesawat transpor Chinook di masa depan.

"Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Kerajaan Saudi untuk Layanan Dukungan Pemeliharaan Berkelanjutan (MSS) dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya US$ 500 juta," demikian rilis kesepakatan tersebut.

Sebelum memenangi pemilihan presiden, Biden telah berjanji untuk membuat para pemimpin Saudi "membayar" atas pembunuhan jurnalis yang berbasis di AS, Jamal Khashoggi. Khashoggi adalah koresponden The Washington Post yang kerap mengkritik keluarga kerajaan.

Jurnalis kawakan itu tewas pada Oktober 2018 di konsulat Saudi di Turki dalam sebuah operasi rahasia intelijen Saudi. Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga dikenal sebagai MBS disebut-sebut terkait pembunuhan tersebut.

Tonton juga Video: Putin ke Assad: Kehadiran Tentara AS di Suriah Ilegal

[Gambas:Video 20detik]