Tanggapi Kemarahan Prancis, Australia: Kapal Selam Nuklir AS Lebih Baik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 08:17 WIB
Presiden Macron turut meninjau dan ikut langsung dalam peluncuran rudal nuklir dari kapal selam.
ilustrasi kapal selam Prancis (Foto: Reuters/Fred Tanneau)

"Saya sangat marah hari ini, dan kecewa ... Ini bukan sesuatu yang dilakukan sekutu satu sama lain," cetusnya seperti diberitakan AFP.

Presiden AS Joe Biden pada Rabu (15/9) waktu setempat mengumumkan pakta pertahanan baru dengan Australia dan Inggris, yang akan membuat Canberra mendapatkan armada kapal selam bertenaga nuklir, hak istimewa yang disediakan untuk beberapa sekutu Amerika.

Langkah ini menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran akan pengaruh China yang berkembang di kawasan Indo-Pasifik, di mana Prancis juga ingin melindungi kepentingannya yang mencakup wilayah luar negeri Kaledonia Baru.

Dengan kesepakatan tersebut berarti Australia membatalkan perjanjian pembelian kapal selam rancangan Prancis. Seperti diberitakan BBC, Kamis (16/9/2021), pada 2016 lalu, Prancis memenangkan kontrak pembuatan 12 kapal selam untuk Angkatan Laut Australia sebesar A$50 miliar (Rp 522 triliun). Namun, proyek tersebut mengalami penundaan karena Australia mengajukan syarat agar pembuatan kapal selam itu menggunakan banyak komponen dalam negeri.


(ita/ita)