Kota-kota di China Rilis Travel Warning Usai Deteksi Lonjakan Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Sep 2021 17:03 WIB
Wuhan kini kembali diserang virus Corona melalui varian delta. Pemerintah terkait pun gerak cepat dengan menggelar tes PCR massal.
Ilustrasi (dok. Getty Images)
Beijing -

Wabah terbaru virus Corona (COVID-19) yang muncul di Provinsi Fujian, China, mendorong kota-kota lainnya merilis travel warning menjelang hari libur besar di negara ini. Otoritas Fujian dilaporkan mendeteksi 152 kasus penularan lokal Corona selama lima hari terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (15/9/2021), travel warning atau peringatan perjalanan itu dirilis menjelang masa libur nasional selama sepekan mulai 1 Oktober mendatang yang menandai musim wisata besar-besaran di China, juga masa liburan festival musim gugur mulai pekan depan.

Wabah Corona yang terakhir terdeteksi pada Juli-Agustus lalu memicu pembatasan pergerakan ketat di beberapa kota, telah menghantam sektor pariwisata, perhotelan dan transportasi, serta memperlambat pertumbuhan penjualan ritel.

Meskipun semua kasus penularan lokal Corona di China sejak 10 September terdeteksi hanya di Provinsi Fujian, namun kota-kota lainnya seperti Jilin, Maoming dan Guangzhou telah mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan non-esensial ke luar kota.

Provinsi Shanxi dan Heilongjiang juga merilis imbauan perjalanan serupa untuk warganya.

Kota-kota lainnya seperti Chifeng dan Hohhot di wilayah otonomi Inner Mongoloa mengimbau warganya untuk tidak pergi ke mana-mana saat masa liburan, sedangkan warga Xian di Provinsi Shaanxi mengimbau warganya menghindari pergi keluar kota untuk alasan tidak penting.

Pada Rabu (15/9) waktu setempat, Komisi Kesehatan Nasional (NHC) melaporkan 50 kasus penularan lokal terbaru dalam 24 jam terakhir di wilayah China daratan. Semua kasus penularan lokal itu terdeteksi di Provinsi Fujian.