Israel Bentuk Komisi Khusus Selidiki Kaburnya 6 Tahanan Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 13:19 WIB
Police officers and prison guards inspect the scene of a prison escape outside the Gilboa prison in Northern Israel, Monday, Sept. 6, 2021. Israeli forces on Monday launched a massive manhunt in northern Israel and the occupied West Bank after six Palestinian prisoners escaped overnight from a high-security facility in an extremely rare breakout. (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Penjara Israel yang menjadi lokasi kaburnya tahanan Palestina (dok. AP/Sebastian Scheiner)
Tel Aviv -

Otoritas Israel resmi melakukan penyelidikan resmi untuk mencari kesalahan yang memampukan enam tahanan Palestina kabur dari penjara dengan keamanan ketat. Perburuan terhadap para tahanan Palestina yang kabur masih berlanjut hingga kini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/9/2021), Menteri Keamanan Publik Israel, Omer Bar Lev, dalam pernyataannya menyebut dirinya dan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett sepakat membentuk komisi penyelidikan yang dipimpin pensiunan hakim Israel untuk menyelidiki kaburnya tahanan dari penjara Gilboa.

"Tidak akan ada yang tidak terungkap demi mencari tahu penyebab kegagalan ini," tegas Bar Lev saat mengunjungi sebuah penjara lainnya pada Kamis (9/9).

Komisi penyelidikan yang masih harus disetujui oleh kabinet pemerintahan PM Bennett, dibentuk saat pasukan keamanan Israel terus melakukan perburuan di wilayah Israel dan Tepi Barat. Enam tahanan Palestina yang kabur itu semuanya dituduh terlibat dalam serangan terhadap warga Israel.

Israel mengirimkan pasukan ke Tepi Barat, yang kini ditempatkan di bawah 'penutupan umum', dengan sebagian besar difokuskan di wilayah Jenin, yang merupakan kampung halaman salah satu tahanan bernama Zakaria Zubeidi.

Kaburnya para tahanan dari penjara Israel itu dirayakan warga Palestina dengan menggelar aksi, yang beberapa berujung bentrok, di Tepi Barat dan Jalur Gaza, sebagai wujud dukungan.

Para tahanan Palestina di sejumlah penjara Israel lainnya dilaporkan melakukan aksi pembakaran dalam beberapa hari terakhir, yang mendorong Departemen Penjara Israel untuk menangguhkan hak kunjungan mulai 12-14 September mendatang.