Israel Bentuk Komisi Khusus Selidiki Kaburnya 6 Tahanan Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 13:19 WIB
Police officers and prison guards inspect the scene of a prison escape outside the Gilboa prison in Northern Israel, Monday, Sept. 6, 2021. Israeli forces on Monday launched a massive manhunt in northern Israel and the occupied West Bank after six Palestinian prisoners escaped overnight from a high-security facility in an extremely rare breakout. (AP Photo/Sebastian Scheiner)
Penjara Israel yang menjadi lokasi kaburnya tahanan Palestina (dok. AP/Sebastian Scheiner)

Mantan komisioner departemen penjara Israel, Orit Adato, menuturkan kepada wartawan setempat bahwa kaburnya tahanan Palestina itu memicu 'krisis besar' bagi Departemen Penjara Israel, meskipun insiden semacam itu tergolong sangat langka terjadi.

"Sebesar 99 persen dari apa yang mereka lakukan efisien hingga sekarang, tapi satu persen tidak," sebutnya.

Di antara enam tahanan Palestina yang kabur itu terdapat lima anggota militan Islamic Jihad dan salah satu tahanan yang bernama Zubeidi diketahui berkaitan dengan Fatah, gerakan sekuler yang menaungi Presiden Mahmoud Abbas. Mereka berhasil kabur dari penjara Gilboa dengan menggali terowongan di lantai sel tahanan dengan menggunakan sendok berkarat.

Adato menyebut bahwa fokus utama Departemen Penjara Israel adalah kegagalan intelijen membongkar rencana kabur para tahanan itu. "(Personel) Intelijen di dalam penjara tidak tahu apa-apa, itu benar-benar menjadi masalah," ucapnya.


(nvc/ita)