Dicari AS, Eks Kepala Intelijen Venezuela Ditangkap Polisi Spanyol

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Sep 2021 05:31 WIB
Poster
Ilustrasi penangkapan (Foto: Edi Wahyono)
Madrid -

Polisi Spanyol mengatakan bahwa mereka telah menangkap mantan Kepala Intelijen Militer Venezuela Jenderal Hugo Armando Carvajal yang dicari di Amerika Serikat (AS) atas tuduhan narkoba.

Dilansir dari AFP, Jumat (10/9/2021), Carvajal ditangkap polisi Spanyol di Kota Madrid, pada Kamis (9/9) malam. Carvajal menjabat Kepala Intelijen di bawah mendiang pemimpin Venezuela Hugo Chavez.

"Dia tinggal benar-benar tertutup, tanpa keluar atau melihat ke luar jendela, dan selalu dilindungi oleh orang-orang terpercaya," kata Polisi Nasional Spanyol dalam sebuah tweet.

Carvajal hilang hanya beberapa hari setelah Pengadilan Spanyol pada November 2019 menyetujui permintaan ekstradisinya ke AS atas tuduhan perdagangan narkoba. Polisi telah mendatangi rumahnya di Madrid saat itu untuk menangkapnya, tetapi tidak dapat menemukannya. Dan pengacaranya mengaku tak mengetahui keberadaanya.

Dikenal sebagai 'El Pollo' (Ayam), Carvajal dicopot dari jabatannya oleh Presiden Nicolas Maduro setelah keluar mendukung Juan Guaido sebagai penjabat presiden Venezuela pada Februari. Dia kemudian melarikan diri dengan perahu ke Republik Dominika sebelum pindah ke Spanyol.

Carvajal telah lama dicari oleh pejabat Departemen Keuangan AS yang mencurigainya memberikan dukungan untuk perdagangan narkoba oleh kelompok gerilya FARC di Kolombia.

Dalam dakwaan yang diajukan di New York pada 2011, Carvajal dituduh mengoordinasikan pengangkutan lebih dari 5,6 ton kokain dari Venezuela ke Meksiko pada 2006 yang pada akhirnya ditujukan ke AS. Carvajal juga dituduh menyediakan keamanan bersenjata lengkap untuk melindungi pengiriman obat-obatan ini dalam perjalanan ke AS.

"Jika terbukti bersalah, Carvajal dapat menghadapi hukuman antara 10 tahun dan penjara seumur hidup," kata Departemen Kehakiman AS setelah penangkapannya.

Carvajal telah membantah adanya kaitan dengan perdagangan narkoba dan FARC. Pada September 2019, Pengadilan Nasional Spanyol menolak permintaan ekstradisi AS dengan alasan tidak jelas dan bermotif politik.

Sebaliknya memerintahkan pembebasan Carvajal dari penahanan sementara di mana ia ditahan sejak penangkapannya pada 12 April di Madrid. Putusan itu menuai protes dari Departemen Luar Negeri AS, yang mengatakan pihaknya berharap para hakim akan mempertimbangkan kembali keputusan mereka.

Pengadilan kemudian membatalkan keputusan itu pada bulan November setelah menerima banding dari kantor kejaksaan. Tetapi Carvajal kemudian melarikan diri.

(fas/fas)