Makin Santer Isu Maju Capres 2024, Trump Susun Rencana Kampanye

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 12:16 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Donald Trump (dok. AP Photo)
Washington DC -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melemparkan isyarat soal minatnya yang semakin meningkat untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pilpres tahun 2024 mendatang. Trump dilaporkan mulai menyusun rencana dasar untuk kampanye capres mendatang.

Seperti dilansir Politico, Kamis (9/9/2021), isyarat soal meningkatnya minat Trump maju capres 2024 itu didapatkan dari meningkatnya aktivitas Komisi Aksi Politik (PAC) Trump dan petunjuk yang diberikan dalam percakapan privat antara Trump dengan orang-orang kepercayaan serta para penasihatnya.

Sejak kalah dalam pilpres 2020 lalu, Trump dan sekutu-sekutu politiknya telah melontarkan gagasan pencalonan kembali untuk pilpres 2024. Namun belum pernah ada penegasan jelas soal rencana pencalonan itu.

Beberapa waktu terakhir, para sekutu dekat Trump mengungkapkan bahwa nasib politik Presiden Joe Biden yang menurun di tengah melonjaknya kembali virus Corona (COVID-19) dan jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban pada 15 Agustus, telah meningkatkan minat Trump.

"Trump melihat Biden ada di ujung tanduk. Dia ingin melemparkan pukulan sebagai petempur, bukan pencemooh dari kerumunan," sebut anggota Kongres AS dari Partai Republik, Matt Gaetz, yang mewakili Florida.

Namun Gaetz menyatakan Trump tidak terburu-buru untuk memberikan pengumuman. "Basisnya benar-benar setia padanya. Dan aturan yang baik dalam politik adalah menjadi kandidat dalam waktu sesingkat mungkin," imbuhnya.

Dalam wawancara baru-baru ini, Trump menghindari untuk membocorkan secara spesifik soal rencananya, namun dia secara privat mengungkapkan kepada orang lain bahwa dia akan maju capres. Trump juga dilaporkan memberikan perhatian lebih baik terhadap detail di balik layat, seperti menyarankan pengeditan iklan pada situsnya agar menyerang Biden lebih keras.