Diadili, Pelaku Serangan Paris Mengeluh Diperlakukan Seperti Anjing

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Sep 2021 11:47 WIB
Judge In Gloves To Protect From Coronavirus Writing On Paper
Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov
Jakarta -

Persidangan para terdakwa kasus serangan teror di Paris, Prancis pada November 2015 telah dimulai di pengadilan Prancis. Dalam persidangan awal yang digelar pada Rabu (8/9) waktu setempat, anggota terakhir yang masih hidup dari sel teror yang membantai 130 orang dalam serangan itu, mengeluh bahwa dia dan rekan-rekannya yang dituduh telah "diperlakukan seperti anjing".

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (9/9/2021), dengan kata-kata kasar dari kursi terdakwa, Salah Abdeslam berteriak bahwa dia selama ini "tidak pernah mengeluh karena setelah kematian, kami akan dibangkitkan."

Sebanyak 20 orang diadili atas serangan terkoordinasi di delapan tempat di seluruh Paris oleh tim pria bersenjata dan pelaku bom bunuh diri, yang bertindak atas nama kelompok Negara Islam atau ISIS. Serangan itu adalah yang terburuk dalam sejarah pasca-perang Prancis.

Dilaporkan DW, sebanyak 20 orang terdakwa akan diadili dalam persidangan yang digelar dengan pengamanan ketat di pengadilan Ile de la Cite, Paris. Meski begitu, hanya 14 terdakwa yang akan mengikuti persidangan secara langsung, sementara 6 terdakwa lainnya disidang secara in absentia atau tidak dihadirkan ke ruang persidangan atau karena diyakini telah tewas.

Salah Abdeslam, yang mengenakan sabuk bom bunuh diri, adalah bagian dari tim penyerang tetapi dia tidak meledakkan alat peledaknya saat itu. Warga negara Prancis dan Maroko yang lahir di Belgia itu, merupakan satu-satunya pelaku serangan bom bunuh diri dan penembakan di Paris yang melarikan diri dan berhasil ditangkap. Ia akan dihadirkan dalam persidangan bersama 13 terdakwa lainnya.

Pria berumur 31 tahun itu telah mendekam di penjara sejak April 2016, menghabiskan sebagian besar waktunya di sel isolasi.

"Selama enam tahun terakhir saya diperlakukan seperti anjing dan saya tidak pernah mengeluh," ujarnya. Di persidangan, pria itu mengatakan kepada hakim ketua bahwa sementara ruang sidang yang dibangun khusus di pusat kota Paris itu adalah "sangat baik", terdakwa "diperlakukan seperti anjing."

Simak juga 'Paris Batasi Kecepatan Kendaraan Demi Iklim, Maksimal 30 Km/Jam!':

[Gambas:Video 20detik]