Demonstran Hancurkan Belasan Menara Telekomunikasi Milik Militer Myanmar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 08 Sep 2021 15:35 WIB
Warga Myanmar hingga kini masih melakukan unjuk rasa. Mereka menolak aksi kudeta yang dilakukan militer Myanmar.
aksi demo di Myanmar (Foto: AP Photo)

NUG, yang mengklaim sebagai pemerintah negara yang sah, terdiri dari anggota parlemen pembangkang yang bersembunyi atau diasingkan, banyak dari mereka berasal dari partai pemimpin terguling, Aung San Suu Kyi.

Plt Presiden NUG, Duwa Lashi La pada hari Selasa (7/9) mendesak warga untuk menargetkan aset-aset militer di daerah mereka.

"Kami meluncurkan perang defensif rakyat melawan junta," katanya dalam rekaman video.

"Semua warga di dalam... Myanmar memberontak melawan para teroris militer yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing," cetusnya.

Pada awal Mei lalu, NUG mengumumkan pembentukan "pasukan pertahanan rakyat" untuk menghadapi pasukan junta yang bersenjata lengkap dan tangguh, tetapi mereka belum memiliki dampak yang besar.

Otoritas militer - secara resmi dikenal sebagai Dewan Administrasi Negara (SAC) - menganggap NUG dan afiliasinya sebagai "teroris" yang berusaha membawa negara itu pada kehancuran.

Juru bicara junta Myanmar, Zaw Min Tun menuduh NUG mencari perhatian menjelang Sidang Umum PBB di New York minggu depan, yang akan mempertimbangkan apakah junta atau pemerintah bayangan yang akan mewakili Myanmar.

"Kelompok teroris menyadari bahwa mereka hampir gagal. Itu sebabnya mereka terus berupaya untuk menarik perhatian internasional," kata Zaw Min Tun dalam sebuah pernyataan.


(ita/ita)