Presiden Israel dan Raja Yordania Adakan Pertemuan Rahasia, Bahas Apa?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 05 Sep 2021 04:40 WIB
Incoming Israeli president Isaac Herzog gestures during a press conference at the presidents residence in Jerusalem, during a handover ceremony, on July 7, 2021. - Isaac Herzog, a veteran of Israels Labor party, was sworn in before parliament today as the Jewish states 11th president, replacing Reuvin Rivlin in the largely ceremonial post. (Photo by EMMANUEL DUNAND / AFP)
Presiden Israel, Isaac Herzog (AFP/EMMANUEL DUNAND)
Yerusalem -

Presiden Israel Isaac Herzog bertemu secara rahasia dengan Raja Abdullah II dari Yordania di Amman. Pertemuan pemimpin kedua negara itu latar belakang peningkatan hubungan diplomatik antara kedua negara.

"Minggu lalu saya bertemu dan melakukan percakapan yang sangat panjang dengan Raja Yordania, saya berada di istananya, sepanjang malam. Itu adalah pertemuan yang luar biasa," kata Herzog seperti dilansir AFP, Minggu (5/9/2021).

Seluruh wawancara akan ditampilkan pada Minggu (5/9) di televisi Israel, malam tahun baru Yahudi yang dimulai pada Senin (6/9) malam.

"Yordania adalah negara yang sangat penting. Saya sangat menghormati Raja Abdullah, seorang pemimpin besar dan aktor regional yang sangat signifikan," kata Herzog dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya.

Pernyataan itu berbicara tentang 'pertemuan hangat, yang diadakan atas undangan raja', di mana keduanya membahas 'masalah strategis yang mendalam'.

"Di antara hal-hal yang kami diskusikan adalah isu-isu inti dalam dialog antara negara-negara kami, termasuk kesepakatan untuk mengimpor hasil pertanian selama tahun shemitah (liburan pertanian), masalah energi, keberlanjutan, dan solusi untuk krisis iklim yang dapat kita maju bersama," kata pernyataan itu.

Yordania dan Mesir adalah dua negara yang berbatasan dengan Israel, yang telah menandatangani perjanjian damai dengan negara Yahudi tersebut.

Hubungan Israel-Yordania memburuk di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang oleh para kritikus dituduh mengabaikan kerajaan Hashemite demi menyetujui normalisasi hubungan tahun lalu dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Warga Palestina Iringi Pemakaman Pria yang Ditembak Tentara Israel':

[Gambas:Video 20detik]