Badai Ida Tewaskan 9 Orang di New York dan New Jersey

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 18:17 WIB
NEW YORK, NY - SEPTEMBER 01: A person makes their way in rainfall from the remnants of Hurricane Ida on September 1, 2021, in the Bronx borough of New York City. The once category 4 hurricane passed through New York City, dumping 3.15 inches of rain in the span of an hour at Central Park.   David Dee Delgado/Getty Images/AFP (Photo by David Dee Delgado / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Dampak badai Ida di New York (Getty Images via AFP/DAVID DEE DELGADO)
New York City -

Badai tropis Ida yang membawa hujan deras hingga memicu banjir dilaporkan menewaskan 9 orang di Amerika Serikat (AS). Gubernur New York dan New Jersey menetapkan keadaan darurat di negara bagian masing-masing.

"Saya menetapkan masa darurat untuk membantu warga New York yang terdampak badai malam ini," ucap Gubernur New York, Kathy Hochul, dalam pernyataan via Twitter pada Rabu (1/9) malam, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/9/2021).

Wali Kota New York, Bill de Blasio, menyebut banjir dan cuaca buruk di wilayahnya sebagai 'peristiwa cuaca bersejarah'. Badan Prakiraan Cuaca Nasional (NSW) merilis peringatan darurat banjir bandang untuk pertama kalinya di New York City.

Media NBC New York melaporkan tujuh orang tewas di New York City, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 2 tahun, dan satu orang lainnya tewas di New Jersey.

Wali Kota Passaic, Hector Lora, secara terpisah menuturkan kepada CNN bahwa satu orang tewas akibat banjir di wilayahnya. Disebutkan Lora bahwa jenazah seorang pria berusia 70-an tahun dievakuasi dari genangan banjir. Kendaraan yang dikendarai pria itu tersapu arus banjir.

Media-media lokal melaporkan bahwa orang-orang terjebak di dalam basement saat badai menerjang dan memicu banjir.

Nyaris seluruh jalur kereta bawah tanah di New York City mengalami dihentikan operasionalnya pada Rabu (1/9) malam. Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan banjir menggenangi peron kereta bawah tanah hingga ke dalam gerbong kereta di New York City.