Sidang Hambali, Otak Bom Bali Terkendala Penerjemah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 14:52 WIB
In this photo reviewed by U.S. military officials, flags fly at half-staff in honor of the U.S. service members and other victims killed in the terrorist attack in Kabul, Afghanistan, at Camp Justice, Sunday, Aug. 29, 2021, in Guantanamo Bay Naval Base, Cuba. Camp Justice is where the military commission proceedings are held for detainees charged with war crimes. (AP Photo/Alex Brandon)
Camp Justice di Teluk Guantanamo, Kuba, yang menjadi lokasi digelarnya sidang Hambali cs (AP Photo/Alex Brandon)
Havana -

Tiga tahanan Guantanamo, termasuk Hambali, mulai disidang untuk pertama kalinya pada Senin (30/8) waktu setempat setelah ditahan oleh Amerika Serikat (AS) selama 18 tahun tanpa dakwaan terkait serangan bom mematikan di kelab malam Bali tahun 2002 dan sejumlah rencana teror di kawasan Asia Tenggara.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (31/8/2021), Encep Nurjaman alias Hambali dan dua tahanan berkewarganegaraan Malaysia, Mohammed Farik bin Amin dan Mohammed Nazir bin Lep, mendengarkan pembacaan dakwaan di hadapan komisi militer AS dalam sidang selama nyaris lima jam di pangkalan AS di Kuba.

Ketiganya menghadapi serentetan dakwaan termasuk pembunuhan, persekongkolan dan terorisme.

Jalannya persidangan diperlambat oleh masalah penerjemah di ruang sidang, sehingga komisi militer gagal menyelesaikan pembacaan dakwaan dan diharapkan akan melanjutkannya pada Selasa (31/8) waktu setempat.

Pengacara dari dua tahanan Malaysia memberitahu hakim bahwa klien mereka tidak bisa memahami para penerjemah, yang berbicara terbata-bata dalam bahasa Inggris dan Melayu.

Mereka juga mengeluhkan bahwa seorang penerjemah lainnya yang bekerja dengan jaksa penuntut, sebelumnya pernah ditugaskan membantu dua tahanan Malaysia itu saat mempersiapkan peninjauan pembebasan bersyarat di Guantanamo.

"Dia memiliki informasi rahasia yang mungkin dia bagikan dengan jaksa sekarang," ungkap Christine Funk, pengacara dari Farik bin Amin.

Lihat juga Video: Blak-blakan Ali Imron: Jadi Teroris Itu Cuma Butuh Dua Jam

[Gambas:Video 20detik]