Kisah Mantan Menteri Afghanistan Jadi Pengantar Makanan di Jerman

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 17:16 WIB
As a dual Afghan-British citizen, Sayed Sadaat decided to move to Germany at the end of 2020 as the security situation in his country deteriorated (JENS SCHLUETER/AFP)
Sayed Sadaat saat menjalani pekerjaannya sebagai pengantar makanan di Jerman (JENS SCHLUETER/AFP)

Ketika Taliban kembali berkuasa pada pertengahan bulan ini, Jerman juga mengevakuasi sekitar 4.000 warga Afghanistan, termasuk mereka yang pernah bekerja dengan tentara NATO yang membutuhkan perlindungan dari Taliban.

Perjalanan Sadaat ke Jerman jauh lebih mengerikan. Dia menjabat Menteri Komunikasi Afghanistan tahun 2016 hingga tahun 2018. Namun Sadaat yang berusia 50 tahun ini mundur dari jabatannya karena kecewa dengan praktik korupsi dalam pemerintahan.

Setelah mundur, dia sempat menjalani pekerjaan sebagai konsultan pada sektor telekomunikasi di Afghanistan. Namun tahun 2020, situasi keamanan di negara itu semakin memburuk. "Jadi saya memutuskan untuk pergi," ucap Sadaat kepada AFP.

Sebagai pemegang kewarganegaraan ganda Afghanistan-Inggris, Sadaat berupaya pindah ke Jerman pada akhir tahun 2020 sebelum Brexit mempersulit warga Inggris untuk tinggal di wilayah Uni Eropa tanpa persyaratan seperti tawaran pekerjaan.

Sadaat bisa mengamankan pekerjaan di Inggris, namun dia melihat lebih banyak peluang untuk sektor keahliannya di Jerman. Tapi di Jerman, Sadaat yang datang sendirian dan menolak bicara soal keluarga ini, kesulitan mencari pekerjaan.

Pandemi virus Corona (COVID-19) menunda rencananya belajar bahasa Jerman. Namun sekarang dia mengambil kursus bahasa selama 4 jam setiap harinya, sebelum menjalankan pekerjaannya sebagai kurir untuk perusahaan pengantar makanan Lieferando.

Pekerjaan ini memberinya upah 15 Euro per jam, yang cukup untuk biaya hidupnya termasuk biaya sewa 420 Euro per bulan. Sadaat mengakui tidak menyesali keputusannya pindah ke Jerman.

"Saya tahu tantangan ini untuk waktu singkat, hingga saya mendapatkan pekerjaan lainnya," ucapnya, sembari membanggakan manfaat bersepeda sejauh 1.200 kilometer setiap bulannya.

Dengan kembali berkuasanya Taliban dan penarikan tentara NATO, Sadaat melihat kemungkinan terbukanya peluang untuk dirinya di Jerman. "Saya bisa menjadi penasihat pemerintah Jerman soal Afghanistan agar warga Afghanistan bisa diuntungkan karena saya mencerminkan gambaran sebenarnya di sana," ujarnya.

Namun dia mengakui sejauh ini belum ada kontak dengan pemerintah Jerman soal itu.


(nvc/ita)