Kisah Mantan Menteri Afghanistan Jadi Pengantar Makanan di Jerman

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 17:16 WIB
As a dual Afghan-British citizen, Sayed Sadaat decided to move to Germany at the end of 2020 as the security situation in his country deteriorated (JENS SCHLUETER/AFP)
Sayed Sadaat saat menjalani pekerjaannya sebagai pengantar makanan di Jerman (JENS SCHLUETER/AFP)
Berlin -

Sayed Sadaat, seorang mantan menteri di Afghanistan yang kini menjadi pengantar makanan di Jerman, mengaku tidak malu dengan pekerjaan yang ditekuninya saat ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (30/8/2021), Sadaat yang berhenti menjadi menteri di Afghanistan karena muak dengan praktik korupsi, harus bekerja selama 6 jam selama hari kerja, dan mulai siang hari hingga pukul 22.00 waktu setempat pada hari Sabtu dan Minggu.

Dengan mantel warna oranye dan tas ransel besar sambil mengendarai sepeda, Sadaat mengantarkan pesanan pizza atau makanan lainnya untuk para pelanggan.

"Tidak ada rasa malu untuk pekerjaan ini sama sekali. Pekerjaan adalah pekerjaan," ucap Sadaat kepada AFP.

"Jika ada pekerjaan, itu berarti ada permintaan publik... seseorang harus melakukannya," imbuhnya.

Sadaat merupakan salah satu dari ribuan warga Afghanistan yang menemukan rumah di Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2015, negara-negara Eropa melihat gelombang pengungsi besar-besaran yang melarikan diri dari perang dengan kebanyakan dari Suriah dan Irak.

Sekitar 210.000 warga Afghanistan diperkirakan mencari suaka di Jerman. Ini menjadikan mereka sebagai kelompok terbesar kedua yang mencari perlindungan di negara terpadat di Eropa, setelah Suriah.

Tonton juga Video: Biden Beri Penghormatan Pada Tentara AS yang Tewas di Kabul

[Gambas:Video 20detik]