Macron Buka Suara Soal Perlunya Bicara dengan Taliban

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 13:19 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Emmanuel Macron (dok. AP Photo/Thibault Camus)
Paris -

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan bahwa pembicaraan yang sedang dilakukan Prancis dengan Taliban soal proses evakuasi dari Afghanistan tidak mengindikasikan pengakuan untuk kelompok garis keras itu.

Macron menyatakan bahwa pembicaraan perlu dilakukan demi memenuhi persyaratan soal hak-hak dan menolak teror. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (30/8/2021).

Prancis dan sejumlah negara Barat lainnya mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka sedang berbicara dengan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan. Pembicaraan itu fokus pada upaya evakuasi warga negara asing dan warga Afghanistan yang terancam bahaya setelah tentara asing ditarik pulang.

"Kita memiliki operasi yang dilakukan di Afghanistan -- evakuasi. Taliban yang memegang kendali... kita harus melakukan pembicaraan ini dari sudut pandang praktis. Ini tidak berarti akan ada pengakuan," tegas Macron kepada televisi TF1 di sela-sela kunjungan ke Irak.

"Kita telah menetapkan persyaratan," sebutnya.

Macron kemudian menjabarkan tiga poin utama yang menjadi persyaratan tersebut. Poin pertama dan kedua adalah Taliban harus menghormati hukum kemanusiaan dengan mengizinkan orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suaka untuk bisa meninggalkan Afghanistan dan juga mengambil 'posisi yang sangat jelas' melawan semua gerakan teror.

"Jika mereka membuat perjanjian dengan pergerakan teroris yang ada di Afghanistan dan wilayah itu, maka jelas itu tidak bisa diterima bagi kita semua," tegas Macron.