Biden Beri Penghormatan Terakhir untuk 13 Tentara AS yang Tewas di Kabul

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 10:51 WIB
President Joe Biden bows his head as first lady Jill Biden, right, and Secretary of State Antony Blinken, left, watch during a casualty return at Dover Air Force Base, Del., Sunday, Aug. 29, 2021, for the 13 service members killed in the suicide bombing in Kabul, Afghanistan, on Aug. 26. (AP Photo/Carolyn Kaster)
Joe Biden saat memberikan penghormatan terakhir untuk 13 tentara AS yang tewas dalam serangan bom di Kabul (AP Photo/Carolyn Kaster)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memberikan penghormatan terakhir untuk 13 tentara AS yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di gerbang bandara Kabul, Afghanistan. Jenazah para tentara itu tiba di AS pada Minggu (29/8) waktu setempat setelah diterbangkan dengan pesawat militer dari Kabul.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (30/8/2021), seremoni penghormatan terakhir untuk 13 tentara AS itu berlangsung hening dan khidmat di Pangkalan Udara Dover. Biden didampingi oleh istrinya, Jill, saat menghadiri seremoni tersebut.

Sebelum menghadiri seremoni itu, Biden dan Jill terlebih dulu menemui keluarga para tentara AS itu secara privat.

Diketahui bahwa para tentara yang meninggal berusia antara 20-31 tahun, dan berasal dari berbagai wilayah mulai dari California hingga Massachusetts. Lima tentara di antaranya baru berusia 20-an tahun, yang berarti mereka lahir tidak lama sebelum serangan 11 September 2001 yang menjadi alasan AS mengerahkan operasi militer ke Afghanistan.

Para tentara AS yang tewas ini bertugas mengamankan proses evakuasi yang diwarnai kekacauan di bandara Kabul, setelah kelompok Taliban berkuasa.

"13 Anggota yang meninggal merupakan para pahlawan yang memberikan pengorbanan terbesar dalam pengabdian tertinggi bagi warga Amerika dan sambil menyelamatkan nyawa orang lain," sebut Biden dalam pernyataannya.

"Keberanian dan ketidakegoisan mereka telah memampukan lebih dari 117.000 orang yang berisiko bisa mencapai keselamatan sejauh ini," imbuhnya.