DK PBB Desak Dalang Serangan Bom di Kabul Dibawa ke Pengadilan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 22:43 WIB
Foto ilustrasi: Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN). (Dok UN)
Ilustrasi: Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN). (Dok UN)
New York -

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mendesak masyarakat internasional untuk membawa para pelaku dan penghasut bom di bandara Kabul ke pengadilan. DKK PBB meminta semua pihak menghormati proses evakuasi di Afghanistan.

"Anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi perlunya meminta pertanggungjawaban pelaku, penyelenggara, penyandang dana, dan sponsor dari tindakan terorisme yang tercela ini dan membawa mereka ke pengadilan," kata pernyataan dewan yang beranggotakan 15 orang itu, seperti dilansir AFP, Jumat (27/8/2021).

"Mereka mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, untuk bekerja sama secara aktif dengan semua otoritas terkait dalam hal ini," tambahnya.

Ledakan pada Kamis (26/8), diklaim oleh ISIS-K, menewaskan sedikitnya 85 orang, termasuk 13 prajurit AS.

Aksi bom tersebut dinilai menyuntikkan kepanikan lebih lanjut ke hari-hari terakhir evakuasi yang dipimpin AS, ketika ribuan orang Afghanistan yang ketakutan bergegas meninggalkan negara mereka setelah Taliban berkuasa. Dewan Keamanan PBB mengatakan mengutuk dengan keras serangan-serangan yang menyedihkan itu.

Hal ini juga dinilai menegaskan kembali pentingnya memerangi terorisme di Afghanistan untuk memastikan wilayah tersebut tidak digunakan untuk mengancam atau menyerang negara mana pun, dan bahwa tidak ada kelompok atau individu Afghanistan yang boleh mendukung teroris yang beroperasi di wilayah negara mana pun.

DK PBB meminta semua pihak terkait untuk menghormati dan memfasilitasi evakuasi warga sipil yang aman, dan menegaskan kembali dukungannya untuk pekerjaan misi bantuan PBB di Afghanistan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan pertemuan dari lima anggota tetap DK PBB, yakni Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina. Pertemuan itu terjadi saat Inggris dan Prancis bekerja untuk merancang resolusi PBB tentang Afghanistan.

(rfs/idn)