Kesaksian Warga soal Ngerinya Teror Bom di Luar Bandara Kabul

ADVERTISEMENT

Kesaksian Warga soal Ngerinya Teror Bom di Luar Bandara Kabul

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 06:52 WIB
U.S. soldiers stand guard along a perimeter at the international airport in Kabul, Afghanistan, Monday, Aug. 16, 2021. On Monday, the U.S. military and officials focus was on Kabul’s airport, where thousands of Afghans trapped by the sudden Taliban takeover rushed the tarmac and clung to U.S. military planes deployed to fly out staffers of the U.S. Embassy, which shut down Sunday, and others. (AP Photo/Shekib Rahmani)
Ilustrasi, suasana Bandara Kabul (Foto: AP/Shekib Rahmani)
Kabul -

Ledakan di luar Bandara Kabul, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 60 warga Afghanistan dan 12 tentara Amerika Serikat. Seorang warga memberikan kesaksian detik-detik saat tiga bom meledak di area itu.

Dilansir dari Reuters, Jumat (27/8/2021), seorang pria yang enggan disebut namanya itu mengantre bersama ribuan warga lain agar dapat naik salah satu penerbangan evakuasi. Pria itu sudah mengantre selama 10 jam di dekat Gerbang Abbey.

Tepat pukul 5 sore waktu setempat, sebuah ledakan terjadi. Ledakan tersebut begitu kencang.

"Seolah-olah seseorang menarik tanah dari bawah kaki saya; untuk sesaat saya pikir gendang telinga saya pecah dan saya kehilangan indra pendengaran saya," kata pria tersebut.

"Saya melihat tubuh dan bagian tubuh terbang di udara seperti tornado membawa kantong plastik ... ke udara. Saya melihat tubuh, bagian tubuh, pria tua dan terluka, wanita dan anak-anak berserakan di lokasi ledakan," jelasnya.

Ia menyebut dirinya seperti melihat hari kiamat. "Tidak mungkin melihat kiamat dalam kehidupan ini, tetapi hari ini saya melihat hari kiamat, saya menyaksikannya dengan mata kepala sendiri," ungkapnya.

Saksi itu menyebut beberapa mayat segera dievakuasi ke rumah sakit. Namun, beberapa jasad masih tergeletak di jalanan dan saluran pembuangan.

"Mayat dan luka-luka tergeletak di jalan dan di saluran pembuangan. Air kecil yang mengalir di dalamnya telah berubah menjadi darah," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 60 warga Afghanistan dilaporkan tewas akibat 2 kali bom bunuh diri. Para pejabat AS mengatakan 11 marinir dan satu petugas medis Angkatan Laut juga tewas karena serangan yang sama.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas teror bom. Simak di halaman berikutnya

Saksikan video 'Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom Bunuh Diri di Luar Bandara Kabul':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT