BMKG: Jawa Barat hingga NTB-NTT Alami Hari Tanpa Hujan Sangat Panjang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 01:58 WIB
Seorang warga mengembala ternaknya di lahan pertanian yang kering di Desa Lulut, Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9/2020). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat bencana kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayah diantaranya Bogor, Indramayu, dan Cirebon. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
Ilustrasi musim kemarau (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut 85% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau tahun 2021. Namun demikian masih ada beberapa wilayah justru sudah mengalami musim hujan.

Wilayah yang sudah memasuki musim hujan yakni sebagian Sumatra bagian tengah, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Pulau Seram, Papua Barat bagian timur, dan Papua bagian utara.

Berdasarkan monitoring BMKG, beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) dengan kategori sangat panjang yakni 31- 60 hari tanpa hujan. Wilayah ini juga akan mengalami HTH ekstrem panjang yakni lebih dari 60 hari tanpa hujan.

"Daerah yang mengalami HTH sangat panjang berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTB, dan NTT," dikutip dari keterangan resmi BMKG, Selasa (24/8/2021).

Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis

BMKG memisahkan sejumlah daerah berdasarkan kategori awas, siaga, dan waspada. Dengan mengacu pada monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi akan peluang hujan rendah terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis pada beberapa kabupaten/kota.

"Dampak kekeringan meteorologis biasanya diikuti antara lain, berkurangnya persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan. Sehubungan dengan hal tersebut, kiranya informasi ini bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kekeringan meteorologis," tulis BMKG.

Berikut data kategorinya:

1. Kategori Awas:
- NTB: Kabulaten Bima, Kabupaten umbawa
- NTT: Kabupaten Alor, Kabupaten Belu, Kabupaten Flores Timur, Kotamadya Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Timortengah Selatan, Kabupaten Timortengah Timur.

2. Kategori Siaga:
- Jawa Timur: Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Situbondo
- Bali: Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem
- NTB: Kabupaten Lombok Timur
- NTT: Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Sumba Barat.

3. Kategori Waspada: Nihil

Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi

Jika di wilayah selatan harus waspada atas kekeringan, maka di barat dan utara Indonesia justru harus waspada curah hujan tinggi bahkan berpotensi cuaca ekstrim. Berdasarkan prakiraan peluang curah hujan dasarian (10 harian), terdapat indikasi potensi curah hujan tinggi hingga 2 dasarian ke depan dengan status waspada, siaga hingga awas.

"Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, masyarakat diimbau dapat lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat, dan angin puting beliung," katanya.

Berikut data kategorinya:

1. Kategori Awas:
- Papua Barat: Kaimana
- Papua: Asmat, Boven Digoel, Mimika, Nduga, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo.

2. Kategori Siaga:
- Kalimantan Timur: Kutai Barat
- Sulawesi Tengah: Tojo Una-Una
- Papua Barat: Kaimana, Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, dan Teluk Bintuni
- Papua: Dogiyai, Nabire, Paniai, dan Puncak.

3. Kategori Waspada:
- Kalimantan Barat: Kapuas Hulu, Melawi, Sentarum, dan Sintang
- Kalimantan Tengah: Murung Raya
- Kalimantan Timur: Malinau
- Maluku: Maluku Tengah, dan Seram Bagian Barat
- Sulawesi Barat: Majene, Mamuju, dan Mamuju Utara
- Sulawesi Selatan: Luwu Utara
- Sulawesi Tengah: Banggai, Buol, Donggala, Morowali, dan Toli-Toli
- Papua Barat: Kota Sorong, dan Raja Ampat

Simak video 'Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)