Ismail Sabri Jadi PM ke-9, Ini Daftar PM Malaysia Sepanjang Masa

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 17:10 WIB
Former Deputy Prime Minister Ismail Sabri Yaakob waves to media as he leave after meeting with the King at national palace in Kuala Lumpur, Malaysia, Thursday, Aug. 19, 2021. Yaakob appeared to have won majority support to be Malaysias new leader. His backers have been summoned to the palace Thursday to verify to the king they support him. (AP Photo/FL Wong)
PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob (Foto: AP/FL Wong)
Jakarta -

Ismail Sabri Yaakob telah dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) kesembilan Malaysia, menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri setelah baru menjabat selama 17 bulan.

Seperti diberitakan media Malaysia, The Star, Sabtu (21/9/2021), Ismail Sabri diambil sumpah jabatannya di hadapan Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara pada Sabtu (21/9).

Sebelumnya, Pengawas Rumah Tangga Kerajaan untuk Istana Negara, Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan bahwa Raja Malaysia telah menetapkan penunjukan Ismail Sabri sebagai Perdana Menteri kesembilan, menyusul pertemuan khusus keluarga kerajaan pada Jumat (20/8) sore kemarin.

Berikut daftar perdana menteri (PM) di Malaysia sepanjang masa, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Tunku Abdul Rahman

Tunku Abdul Rahman merupakan PM pertama Malaysia yang menjabat selama 13 tahun terhitung sejak 31 Agustus 1957 hingga 22 September 1970. Dia sering disebut sebagai Bapak Kemerdekaan dan Bapak Malaysia karena memimpin negosiasi dengan pemerintah Inggris untuk merebut kemerdekaan negara tersebut. Inggris pun memberikan kemerdekaan pada Agustus 1957.

Tunku Abdul Rahman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PM setelah dia kehilangan dukungan dari mereka yang sebelumnya mendukungnya.

2. Abdul Razak Hussein

Abdul Razak Hussein adalah seorang politikus Malaysia yang menjabat sebagai PM Malaysia ke-2 dari September 1970 hingga kematiannya pada Januari 1976. Dia telah meluncurkan Kebijakan Ekonomi Baru Malaysia (MNEP), yang merupakan program ambisius yang bertujuan untuk memajukan perekonomian orang-orang Melayu di Malaysia.

Abdul Razak adalah Perdana Menteri yang bertanggung jawab untuk mendirikan Barisan Nasional, yang merupakan koalisi berkuasa partai politik yang terus memegang kekuasaan di Malaysia hingga 10 Mei 2018, dengan Barisan Nasional kalah dalam Pemilihan Umum Malaysia ke-14 di bawah putranya Najib Razak.

Dia dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Malaysia.

3. Hussein Onn

Untuk menggantikan Abdul Razak Hussein yang meninggal dunia pada Januari 1976, Hussein Onn diangkat menjadi PM ketiga Malaysia. Dia menjabat selama lima tahun lebih, sejak 15 Januari 1976 hingga 16 Juli 1981.

Semasa pemerintahannya, Hussein menekankan pentingnya masalah persatuan melalui sejumlah kebijakan. Kebijakan itu dibuat untuk memperbaiki ketidakseimbangan ekonomi antara berbagai komunitas di Malaysia. Dia pun kemudian dijuluki sebagai Bapak Persatuan.

Dia menjalani operasi bypass koroner pada awal 1981. Pada 17 Juli tahun yang sama, dia pun pensiun dari politik dan melepaskan jabatan perdana menteri karena masalah kesehatan. Untuk selanjutnya, dia digantikan oleh wakilnya, Mahathir Mohammad.

4. Mahathir Mohammad

Mahathir menjabat sebagai PM Malaysia ke-4 dan ke-7 sejak Juli 1981 hingga Oktober 2003 dan kemudian sejak Mei 2018 hingga Maret 2020. Dia juga merupakan Perdana Menteri terlama di Malaysia dengan menjabat selama 24 tahun.

Selama masa jabatan pertama Mahathir sebagai perdana menteri, Malaysia mengalami periode modernisasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, dan pemerintahannya memprakarsai serangkaian proyek infrastruktur yang berani. Mahathir adalah tokoh politik yang dominan, memenangkan lima pemilihan umum berturut-turut dan menangkis serangkaian saingan untuk kepemimpinan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Namun, akumulasi kekuasaannya datang dengan mengorbankan independensi peradilan dan kekuasaan tradisional. Dia menggunakan Undang-Undang Keamanan Internal (ISA) yang kontroversial untuk menahan para aktivis, tokoh agama non-mainstream, dan lawan politik, termasuk wakil perdana menteri yang dipecatnya pada tahun 1998, Anwar Ibrahim.

Pada masa jabatan keduanya, Mahathir menjabat dalam waktu singkat sejak 10 Mei 2018 hingga 24 Februari 2020. Dia maju ke pemilihan umum dengan diusung oleh koalisi oposisi Pakatan Harapan, dan mengalahkan Najib Razak. Mahathir akhirnya mengundurkan diri secara tiba-tiba pada 24 Februari 2020 setelah kehilangan dukungan dari Partai Bersatu di parlemen.

Simak video 'Momen Pengambilan Sumpah PM Baru Malaysia Ismail Sabri Yaakob':

[Gambas:Video 20detik]