Ditanya Wartawan Soal Situasi di Afghanistan, Biden Ngeloyor Pergi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 17:23 WIB
President Joe Biden speaks from the East Room of the White House in Washington, Wednesday, Aug 18, 2021, on the COVID-19 response and vaccination program. U.S. health officials Wednesday announced plans to offer COVID-19 booster shots to all Americans to shore up their protection amid the surging delta variant and signs that the vaccines effectiveness is falling. (AP Photo/Susan Walsh)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AP Photo/Susan Walsh)
Jakarta -

Para wartawan di Gedung Putih dibuat tercengang setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menolak untuk menerima pertanyaan apa pun mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Seperti diberitakan media Sky News, Kamis (19/8/2021), dalam konferensi pers di Gedung Putih, Biden memberikan pernyataan mengenai program vaksinasi COVID-19 nasional dan keinginannya agar orang-orang Amerika yang rentan bisa menerima suntikan vaksin booster atau penguat.

Dalam pernyataannya di depan pers Gedung Putih itu, Biden sama sekali tidak menyebut tentang kekacauan yang terjadi di Afghanistan setelah kelompok Taliban dengan cepat menguasai kembali negara tersebut.

Menurut Sky News, setelah Biden menyampaikan pernyataannya mengenai vaksinasi, sejumlah wartawan mengajukan pertanyaan mengenai situasi di Afghanistan. Namun, Biden tak menghiraukan mereka dan langsung ngeloyor pergi meninggalkan konferensi pers.

Diketahui bahwa kekacauan terjadi di bandara internasional Kabul saat ribuan orang membanjiri bandara untuk keluar dari Afghanistan, menyusul kemenangan Taliban atas militer Afghanistan. Kekacauan itu telah memicu kecaman luas, baik di Amerika maupun di seluruh dunia.

Total 12 orang dilaporkan tewas dalam insiden di dalam dan sekitar bandara Kabul sejak Minggu (15/8) waktu setempat. Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/8/2021), informasi itu diungkapkan oleh sumber-sumber NATO dan seorang pejabat Taliban yang tidak disebut namanya.

Simak video 'Biden Sebut Ada Ancaman yang Lebih Besar Daripada Taliban':

[Gambas:Video 20detik]