International Updates

Biden Salahkan Militer Afghanistan, Israel Kembali Diserang Roket dari Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 19:17 WIB
US President Joe Biden gestures as he speaks on the anniversary of the start of the Covid-19 pandemic, in the East Room of the White House in Washington, DC on March 11, 2021. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Joe Biden (dok. AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyalahkan militer Afghanistan yang enggan bertempur sebagai pemicu berkuasanya kembali kelompok Taliban. Israel melaporkan wilayahnya kembali diserang roket dari militan di Gaza.

Biden dalam pidatonya menyalahkan pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada para pemimpin politik Afghanistan yang melarikan diri dan keengganan militer Afghanistan yang dilatih militer AS selama bertahun-tahun, untuk bertempur melawan Taliban.

Sementara di Israel, sistem pertahanan rudal Iron Dome berhasil mencegat serangan roket dari Gaza. Juru bicara militer Israel mengonfirmasi serangan itu merupakan serangan roket pertama sejak gencatan senjata disepakati pada 21 Mei lalu, yang mengakhiri pertempuran sengit Israel dan Hamas selama 11 hari.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (17/8/2021):

- Hamas Ucapkan Selamat ke Taliban yang Kembali Berkuasa di Afghanistan

Kelompok militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza menyampaikan ucapan selamat kepada kelompok Taliban atas 'kemenangan' mereka untuk kembali berkuasa di Afghanistan. Hamas memuji Taliban memiliki kepemimpinan yang 'berani'.

"Menyelamati gerakan Taliban dan kepemimpinannya yang berani atas kemenangan ini, yang merupakan puncak atas perjuangan panjang selama lebih dari 20 tahun," demikian pernyataan Hamas untuk Taliban seperti dilansir AFP, Selasa (17/8/2021).

Taliban berhasil mengambil alih kekuasaan atas Afghanistan pada Minggu (15/8) waktu setempat dan mengakhiri kehadiran tentara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di negara itu. Para petempur Taliban kini menguasai ibu kota Kabul, melakukan patroli di jalanan setempat dan menduduki Istana Kepresidenan.

- Taliban Berkuasa, Biden Salahkan Militer Afghanistan yang Enggan Bertempur

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, buka suara atas kekacauan yang kini menyelimuti Afghanistan setelah kembali dikuasai kelompok Taliban. Biden menegaskan keputusannya menarik tentara AS dari negara tersebut setelah operasi militer selama 20 tahun terakhir.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (17/8/2021), Biden menyampaikan tanggapannya atas situasi terkini di Afghanistan dalam pidato di Gedung Putih pada Minggu (16/8) waktu setempat, setelah beberapa hari bungkam.

Namun Biden secara teguh bersikeras menyatakan tidak menyesali keputusan menarik tentara AS dari Afghanistan -- meskipun kritikan menghujani dirinya dan pemerintahannya.

"Saya berdiri tegak di belakang keputusan saya. Setelah 20 tahun, saya telah belajar dengan cara yang sulit bahwa tidak akan pernah ada waktu yang baik untuk menarik pasukan AS. Itu sebabnya kita masih ada di sana," tutur Biden.