Iran: Kekalahan AS di Afghanistan Jadi Peluang untuk Perdamaian Abadi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 14:19 WIB
Bendera Iran
Ilustrasi (dok. REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Teheran -

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, menyebut kekalahan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan seharusnya bisa membuka peluang bagi terwujudnya perdamaian abadi di negara yang dilanda perang berkelanjutan itu.

"Kekalahan militer dan penarikan (pasukan) AS dari Afghanistan seharusnya menawarkan peluang untuk memulihkan kehidupan, keamanan dan perdamaian abadi di negara itu," cetus Raisi dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (17/8/2021).

Pernyataan Raisi itu dirilis setelah kelompok Taliban mengambil alih kekuasaan atas Afghanistan, namun nama Taliban atau jatuhnya Kabul tidak disebut dalam pernyataan tersebut.

Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Mohammad Java Zarif yang akan mengakhiri masa jabatannya, Raisi menyatakan Iran menginginkan hubungan baik dengan Afghanistan, yang merupakan negara tetangganya. Dia juga menyebut Iran 'memantau secara cermat evolusi peristiwa' di sana.

Iran yang berbagi perbatasan sepanjang 900 kilometer dengan Afghanistan, diketahui telah menjadi tempat tinggal bagi 3,5 juta pengungsi dari negara tersebut. Data itu didasarkan pada badan pengungsi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Kepala urusan perbatasan pada Kementerian Dalam Negeri Iran, Hossein Ghassemi, menyatakan pada Minggu (15/8) waktu setempat bahwa upaya-upaya tengah dilakukan di tiga provinsi yang berbatasan dengan Afghanistan untuk mendirikan akomodasi sementara untuk menampung aliran pengungsi dari Afghanistan.

"Begitu kondisinya membaik, (mereka) akan dipulangkan," sebut Ghassemi kepada kantor berita IRNA.