2 Tentara Armenia Tewas dalam Baku Tembak dengan Militer Azerbaijan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 17 Agu 2021 04:02 WIB
Ilustrasi Baku Tembak di Kaliurang (Zaki Alfarabi/detikcom)
Foto: Ilustrasi Baku Tembak (Zaki Alfarabi/detikcom)
Yerevan -

Tentara Armenia terlibat baku tembak dengan pasukan militer Azerbaijan di perbatasan. Sebanyak dua tentara Armenia tewas dalam bentrokan atas perebutan wilayah Nagorno-Karabakh.

Dilansir AFP, Selasa (17/8/2021), perang enam minggu musim gugur lalu telah merenggut sekitar 6.500 nyawa. Perang itu berakhir pada November dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia di mana Armenia menyerahkan wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade.

Azerbaijan dan Armenia telah melaporkan baku tembak sesekali dalam beberapa bulan terakhir di sepanjang perbatasan bersama mereka. Ketegangan pasukan militer keduanya memicu kekhawatiran akan meletusnya sengketa wilayah.

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan pasukan Azerbaijan menembaki posisi mereka pada Senin (16/8) pukul 09:50 waktu setempat, dari Nakhichevan, sebuah daerah Azerbaijan di barat daya Armenia.

Seorang tentara Armenia terluka di perut dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, kata pernyataan itu.

Menurut Kementerian Pertahanan Armenia, Azerbaijan mencoba kembali provokasi pada Senin malam. Azerbaijan disebut melepaskan tembakan dan kembali merenggut nyawa seorang prajurit Armenia lainnya.

"Ini adalah tentara Armenia kedua yang tewas pada hari ini," kata Kementerian, seraya menambahkan bahwa pihak Azerbaijan juga menderita kerugian.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan bentrokan itu dimulai oleh pihak Armenia dan membantah adanya korban di antara personel militernya.

Ketegangan antara bekas rival Soviet itu telah meningkat sejak Mei, setelah Armenia menuduh Azerbaijan merebut kantong-kantong wilayah termasuk di sepanjang danau yang dimiliki oleh kedua negara.

Perang tahun lalu membuat Baku menguasai sebagian Karabakh dan distrik sekitarnya yang dikuasai pasukan Armenia sejak 1994.

Moskow telah mengerahkan sekitar 2.000 penjaga perdamaian di daerah itu untuk mengawasi gencatan senjata yang dimediasi untuk mengakhiri pertempuran. Ia juga menawarkan bantuan dalam menyelesaikan sengketa perbatasan dengan bekerja sama dengan kedua belah pihak untuk mendefinisikan perbatasan dengan jelas

(fas/fas)