Menhan Afghanistan Berang Presiden Ashraf Ghani Tinggalkan Kabul

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 01:52 WIB
Afghan Defence Minister, Bismillah Khan Mohammadi speaks to the media prior to a meeting between US Secretary of State, John Kerry and Afghan national security and defence leaders at the US Embassy in Kabul on July 11, 2014.  Kerry began a difficult mission to mediate an end to the political crisis in Afghanistan on July 11, warning a bitter dispute over presidential polls threatened the countrys future.    AFP PHOTO/POOL/Jim Bourg (Photo by JIM BOURG / POOL / AFP)
Bismillah Mohammadi (Foto: AFP/JIM BOURG)
Kabul -

Menteri Pertahanan (Menhan) Afghanistan Jenderal Bismillah Mohammadi berang karena Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Ibu Kota Kabul. Bismillah menilai sikap yang dilakukan Ghani itu menjual tanah air.

Dilansir CNN, Minggu (15/8/2021) hal itu disampaikan Bismillah melalui akun twitter resminya. Dia menujukan cuitan itu kepada Presiden Ashraf Ghani dan pejabat senior meninggalkan Afghanistan.

"Mereka mengikat tangan kami di belakang punggung kami dan menjual tanah air, sialan orang kaya dan gengnya," tulis Bismillah di akun Twitter resminya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan Abdullah Abdullah mengkritik keras Ghani karena melarikan diri dari negara itu. Dalam sebuah pernyataan video yang direkam di Kabul, Abdullah mengatakan Ghani meninggalkan rakyatnya dalam situasi buruk

"Fakta bahwa mantan presiden Afghanistan meninggalkan negara itu dan menempatkan rakyat dan negara dalam situasi yang sedemikian buruk, Tuhan akan meminta pertanggungjawabannya dan rakyat Afghanistan juga akan menghakiminya," kata Abdullah.

Ghani merupakan mantan ekonom dan akademisi, yang menjabat sebagai presiden Afghanistan sejak 2014. Dia terpilih kembali pada September 2019, karena proses yang berlarut-larut tidak dilantik hingga Maret 2020.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani diketahui telah meninggalkan Ibu Kota Kabul. Ghani diketahui menuju Tajikistan.

Dilansir Reuters, Minggu (15/8) kepergian Ghani itu diinformasikan oleh pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan. Akan tetapi dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Kantor Kepresidenan saat dimintai keterangan mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengatakan apapun karena alasan keamanan.

"Tidak bisa mengatakan apa-apa tentang gerakan Ashraf Ghani karena alasan keamanan," jelasnya.

(lir/lir)