AS Bakal Izinkan Masuk Warga Asing yang Sudah Divaksin Penuh

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Agu 2021 10:56 WIB
FILE- In this Wednesday, July 7, 2021, file photo, people wait in line for COVID-19 vaccinations at an event at La Bonita market, a Hispanic grocery store, in Las Vegas. The U.S. surgeon general said Sunday, July 18 that hes concerned about what lies ahead with cases of COVID-19 increasing in every state, millions still unvaccinated and a highly contagious virus variant spreading rapidly.. (AP Photo/John Locher, File)
Ilustrasi (dok. AP/John Locher)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) tengah menyusun rencana baru untuk kembali membuka wilayahnya bagi setiap warga negara asing yang telah divaksin virus Corona (COVID-19) secara penuh. AS selama ini menutup perbatasannya dari sebagian besar negara di dunia selama pandemi merajalela.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/8/2021), seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menyatakan pemerintahan Presiden Joe Biden yang mengakui pentingnya perjalanan internasional, menginginkan AS kembali membuka wilayah untuk pengunjung dari luar negeri 'dengan cara yang aman dan berkelanjutan'.

Disebutkan pejabat itu bahwa pemerintahan Biden tengah menyusun rencana untuk mewujudkan hal tersebut.

"Sedang mengembangkan pendekatan bertahap yang seiring berjalannya waktu akan berarti, dengan pengecualian terbatas, bahwa warga negara asing yang bepergian ke Amerika Serikat -- dari semua negara -- perlu divaksinasi sepenuhnya," sebut pejabat Gedung Putih itu, tanpa menyebut kerangka waktunya.

Rencana ini disebut menandai evolusi signifikan, meskipun masih tentatif, dalam pendekatan AS untuk membendung Corona, dengan pernyataan terbaru otoritas AS pada 26 Juli menyatakan negara itu akan mempertahankan pembatasan kedatangan internasional, menghindari tekanan Eropa.

Lebih lanjut disebutkan pejabat Gedung Putih itu bahwa sebuah kelompok kerja tengah mengembangkan sistem baru yang 'konsisten dan aman' untuk kedatangan internasional. "Ketika kita bisa membuka kembali perjalanan," imbuhnya.

AS diketahui membatasi perjalanan dari kawasan Uni Eropa, Inggris, China dan Iran selama lebih dari setahun akibat pandemi Corona. Beberapa waktu terakhir, AS menambahkan sejumlah negara lainnya, termasuk Brasil dan India, ke dalam daftar.