ADVERTISEMENT

Anwar Ibrahim Sebut Pemerintahan PM Muhyiddin Telah Tumbang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 17:37 WIB
Malaysian opposition leader Anwar Ibrahim, wearing a face mask to help curb the spread of the coronavirus, prepares for a press conference after meeting the king in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, Oct. 13, 2020. Anwar said he would present the monarch with “strong and convincing” documentary evidence of the support he has from lawmakers, which would allow him to unseat Prime Minister Muhyiddin Yassin. (AP Photo/Vincent Thian)
Anwar Ibrahim (dok. AP Photo/Vincent Thian)
Kuala Lumpur -

Gejolak politik di Malaysia terus berlanjut, dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menyatakan mayoritas anggota parlemen tidak mendukung pemerintahan Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin. Dengan situasi ini, Anwar menilai pemerintahan PM Muhyiddin secara efektif telah tumbang.

Seperti dilansir The Star, Senin (2/8/2021), klaim tersebut disampaikan Anwar saat berpidato di Dataran Merdeka pada Senin (2/8) pagi waktu setempat, sebelum memimpin sekelompok anggota parlemen oposisi dalam aksi protes dan pawai menuju gedung parlemen Malaysia.

"Saya memiliki informasi tentang daftar anggota parlemen yang meminta untuk mundur dari pemerintahan Perikatan," ucap Anwar merujuk pada koalisi pemerintahan Perikatan Nasional yang dipimpin PM Muhyiddin.

"Dengan 107 anggota parlemen di sini hari ini, bersama dengan mereka (anggota parlemen yang tidak lagi mendukung koalisi pemerintahan-red), pemerintah telah ditumbangkan," klaim Anwar dalam pidatonya.

Menurut Anwar, para anggota parlemen itu menarik dukungan untuk pemerintahan PM Muhyiddin setelah teguran terbaru dari Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, terkait pencabutan aturan-aturan darurat semasa pandemi virus Corona (COVID-19) tanpa izin sang Raja Malaysia.

"Penghinaan terhadap institusi Kerajaan oleh Perdana Menteri dan Kabinetnya tidak pernah terjadi sebelumnya dan itulah mengapa kita berkumpul di sini dan kita akan pawai menuju parlemen," ujarnya.

Para politikus oposisi menggelar aksi protes untuk menentang penutupan parlemen dan menuntut pengunduran diri PM Muhyiddin. Diketahui bahwa hari terakhir sidang parlemen, yang dijadwalkan Senin (2/8) ini, telah dibatalkan setelah ditemukannya beberapa kasus infeksi Corona di badan legislatif itu.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT