Demonstran Anti-Lockdown Bentrok dengan Polisi Jerman

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 12:30 WIB
An armed French policeman secures the scene at the raid zone in Saint-Denis, near Paris, France, November 18, 2015 to catch fugitives from Friday nights deadly attacks in the French capital. REUTERS/Benoit Tessier
ilustrasi (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Sebagian besar demonstran anti-lockdown berkumpul di distrik Charlottenburg, barat Berlin dan di pusat kota.

Demonstran mengangkat banner bertuliskan "Kebebasan" dan "Tidak untuk kediktatoran Corona", dengan hanya beberapa orang yang mengenakan masker di antara mereka.

Pada satu titik, petugas mengancam akan menggunakan meriam air untuk membubarkan kerumunan menuju Gerbang Brandenburg. Barulah setelah itu orang-orang mulai meninggalkan area tersebut.

Menjelang malam, polisi mengatakan kelompok demonstran terakhir telah bubar.

Gerakan Querdenker Jerman telah menarik banyak orang, termasuk kritikus vaksin virus Corona, ahli teori konspirasi pandemi, dan anggota partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD).

Aksi-aksi protes Querdenker kadang-kadang diikuti oleh banyak peserta, tapi sering dibubarkan lebih awal karena melanggar aturan terkait pandemi COVID-19. Beberapa aksi demo telah berubah menjadi kekerasan.


(ita/ita)