Round Up

Serangan Roket Taliban Guncang Bandara di Afghanistan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 05:32 WIB
In this photograph taken on April 29, 2021 a general view shows a vacated US military base at Kandahar International Airport. - As the US military pressed on May 1 withdrawing troops from Afghanistan, some residents in Kandahar -- the former bastion of the Taliban -- were optimistic their exit will bring peace to the violence-wracked country. (Photo by JAVED TANVEER / AFP) / to go with focus Afghanistan-US-conflict-withdrawal-Kandahar by RASHID DURRANI
Kondisi Bandara Kandahar sebelum insiden serangan roket (Foto: AFP/JAVED TANVEER)
Jakarta -

Taliban melancarkan serangan roket ke Bandara Kandahar, Afghanistan Selatan. Seluruh penerbangan terpaksa dibatalkan imbas landasan pacu yang dihantam roket.

Seperti dilansir AFP, Minggu (1/8/2021), terdapat tiga roket yang ditembakkan ke arah bandara pada Sabtu (31/7) malam waktu setempat.

"Tadi malam tiga roket ditembakkan ke bandara dan dua di antaranya menghantam landasan... Karena insiden ini, semua penerbangan dari bandara dibatalkan," kata Kepala Bandara, Massoud Pashtun, seperti dilansir AFP, Minggu (1/8/2021).

Pihak bandara langsung melakukan perbaikan di landasan pacu yang mengalami kerusakan. Pashtun menyebut bandara diharapkan dapat kembali beroperasi pada hari Minggu (1/8) waktu setempat.

Pangkalan udara Kandahar dikenal sebagai lokasi penyedia logistik dan dukungan udara demi menjaga agar para militan Taliban tidak menguasai kota terbesar kedua di Afghanistan tersebut. Selama berminggu-minggu, Taliban juga terus melancarkan serangan mematikan di pinggiran Kandahar.

Serangan terjadi di tengah ambisi Taliban merebut dua ibu kota provinsi lainnya -- Herat di bagian Barat dan Lashkar Gah di Selatan. Ratusan pasukan komando Afghanistan dikerahkan ke kota Herat. Sementara pihak berwenang di kota Lashkar Gah meminta lebih banyak pasukan untuk mengendalikan serangan Taliban.

"Pasukan ini akan meningkatkan operasi ofensif dan menekan Taliban di Herat," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan melalui cuitan Twitter.