Round Up

China Kelabakan Hadapi Amukan Corona Varian Delta

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 20:01 WIB
Elderly people dance in a public area along the Yangtze River in Wuhan on January 11, 2021, as the city marks the first anniversary of when China confirmed its first death from the COVID-19 coronavirus. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Ilustrasi (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta -

China mulai kelabakan hadapi amukan varian Delta yang semakin menular. Akibatnya, kota-kota di China melaksanakan testing corona massal dan memberlakukan pembatasan perjalanan baru.

Seperti dilansir AFP, Minggu (1/8/2021) di Provinsi Jiangsu, penyebaran varian Delta berlangsung cepat hingga menyebabkan klaster. Klaster ini bermula dari sembilan pekerja bandara internasional di kota Nanjing yang dinyatakan positif Corona pada 20 Juli lalu.

Pihak berwenang telah melakukan tiga putaran testing pada 9,2 juta penduduk Nanjing dan menempatkan ratusan ribu orang di bawah aturan lockdown. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran virus yang disebut imbas varian Delta dan puncak musim turis.

Seluruh warga di China yang baru-baru ini melakukan perjalanan dari Nanjing atau Zhangjiajie, juga menjalani testing massal. Diketahui Zhangjiajie adalah sebuah kota wisata di provinsi Hunan yang telah menerapkan lockdown terhadap seluruh 1,5 juta warganya dan menutup semua tempat wisata sejak Jumat (30/7) waktu setempat.

Per hari ini (1/8), China melaporkan 75 kasus baru corona, di mana 53 diantaranya berasal dari transmisi lokal, yang terhubung dengan klaster bandara yang dilaporkan kini menyebar ke lebih dari 20 kota dan lebih dari belasan provinsi.

Ada laporan kasus baru di pulau Hainan - tujuan wisata populer lainnya - serta provinsi Ningxia dan Shandong.

Secara terpisah, juga terjadi peningkatan kasus corona di kota yang dilanda banjir, Zhengzhou. Hal ini terjadi usai dua petugas kebersihan di rumah sakit COVID yang datang dari luar negeri dinyatakan positif.

Sebanyak 27 kasus yang ditransmisikan secara lokal telah terdeteksi hingga pihak berwenang memerintahkan pengujian massal kepada seluruh 10 juta penduduk Zhengzhou. Akibat peningkatan kasus, Kepala Komisi Kesehatan kota tersebut juga harus dipecat.