Lonjakan Corona Picu Aturan Baru, Warga Israel Protes!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 10:02 WIB
Israelis lift placards at a rally denouncing the governments renewed restrictions to combat COVID-19, in the central coastal city of Tel Aviv, on July 31, 2021. - Israel was quick to roll out its vaccination campaign and had dropped many restrictions on public gatherings in June, as new COVID-19 cases shrank from 10,000 a day to less than 100. But infections have soared in recent weeks, and masks are once again mandatory in enclosed public places, leading to the announcement on July 29 of the start of a vaccine booster campaign for over 60s, as concern mounts over the fast-spreading Delta variant of the coronavirus. (Photo by Ahmad GHARABLI / AFP)
Lonjakan Corona Picu Aturan Baru, Warga Israel Protes! ((Foto: AFP/AHMAD GHARABLI)
Tel Aviv -

Ratusan warga Israel melakukan protes menentang aturan pembatasan baru dan vaksinasi corona di Tel Aviv. Aturan tersebut diterbitkan usai Israel kembali menghadapi lonjakan kasus corona dan meningkatnya pasien corona yang harus dirawat inap di rumah sakit.

Seperti dilansir AFP, Minggu (1/8/2021) protes pada Sabtu (31/7) itu diwarnai teriakan slogan anti pandemi COVID-19. Para pengunjuk rasa juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan seperti "Tidak ada pandemi, ini penipuan".

Adapula spanduk yang berisi celaan terhadap vaksin corona, dengan salah satu poster yang menyebut vaksin berhubungan dengan Nazi.

Pada Sabtu (31/7) Kementerian Kesehatan Israel melaporkan penambahan 2.435 kasus corona harian baru, jumlah yang tertinggi sejak Maret lalu. Kenaikan kasus corona di negara tersebut didorong akibat terdeteksinya varian Delta yang lebih menular.

Sementara itu, ada 326 pasien corona yang harus dirawat inap, jumlah tertinggi sejak April lalu. Israel sempat mencapai puncak kasus Corona pada Januari lalu dengan lebih dari 2.000 orang dirawat di rumah sakit setiap hari.

Dengan fakta tersebut, dalam beberapa hari terakhir, pemerintah Israel meluncurkan suntikan vaksin booster untuk warga yang lebih tua, menerapkan kembali persyaratan masker di dalam ruangan dan kembali memberlakukan "green pass", yang memerlukan sertifikat vaksin untuk memasuki ruang tertutup seperti gym, restoran, dan hotel.

Sementara itu, mulai hari ini (1/8), anak-anak berusia 5-11 tahun yang berisiko mengalami komplikasi kesehatan, memenuhi syarat untuk menerima vaksin COVID-19.

Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz mengatakan kepada stasiun TV Israel, Channel 12, bahwa aturan yang kini diberlakukan dimaksudkan untuk tetap menyeimbangkan tingkat kesehatan masyarakat dengan ekonomi.

"Ekonomi harus tetap berjalan," katanya.

"Saya tidak ingin memaksakan lockdown dan saya akan menghindari lockdown dengan cara apa pun. Semuanya terbuka - tetapi kini kita membutuhkan masker dan vaksin." lanjutnya.

Simak juga 'Momen Presiden Israel Disuntik Vaksin Dosis Ketiga':

[Gambas:Video 20detik]