Gelombang Panas, 8 Miliar Ton Lapisan Es Mencair di Greendland

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Agu 2021 00:25 WIB
ILULISSAT, GREENLAND - AUGUST 04: Icebergs float in Disko Bay at sunset on August 04, 2019 near Ilulissat, Greenland. The Sahara heat wave that recently sent temperatures to record levels in parts of Europe has also reached Greenland. Climate change is having a profound effect in Greenland, where over the last several decades summers have become longer and the rate that glaciers and the Greenland ice cap are retreating has accelerated.   (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Ilustrasi Gunung Es Mencair (Getty Images)
Greendland -

Peristiwa gelombang panas terjadi di Greendland. Akibatnya lapisan es yang menutupi wilayah Arktik mencair secara besar-besaran.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (31/7/2021), para peneliti Denmark menyampaikan telah terjadi peningkatan suhu hingga lebih dari 10 derajat celcius. Akibatnya sebesar 8 miliar ton es mencair sejak Rabu kemarin.

Para peneliti Denmark melaporkan Jumlah es mencair tersebut dilaporkan dua kali lipat dari rata-rata rata-rata selama musim panas. Bahkan Institut Meteorologi Denmark melaporkan suhu lebih dari 20 derajat Celcius (68 Fahrenheit), lebih dari dua kali suhu musim panas rata-rata normal terjadi, di Greenland utara.

Tak hanya itu, bandara Nerlerit Inaat di timur laut wilayah itu mencatat 23,4 derajat pada hari Kamis kemarin. Suhu tersebut merupakan rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai.

Dengan gelombang panas yang mempengaruhi sebagian besar Greenland hari itu, situs web Polar Portal melaporkan "peristiwa pencairan besar-besaran" yang melibatkan air yang cukup "untuk menutupi Florida dengan dua inci air" (lima sentimeter).

Berdasarkan informasi pencairan terbesar lapisan es Greenland pernah terjadi pada musim panas 2019.

(maa/maa)