Cegah Varian Delta, Lockdown Corona Diterapkan di Brisbane

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 14:52 WIB
Volunteers direct traffic at a Covid-19 drive-through testing clinic in eastern Brisbane on July 31, 2021, as Australias third-largest city Brisbane and other parts of Queensland state will enter a snap Covid-19 lockdown. (Photo by Patrick HAMILTON / AFP)
Situasi di klinik tes Corona drive-through di Brisbane (AFP/PATRICK HAMILTON)
Brisbane -

Lockdown virus Corona (COVID-19) diterapkan di kota Brisbane, yang merupakan kota terbesar ketiga di Australia, mulai akhir pekan ini. Lockdown diberlakukan saat otoritas setempat tengah berjuang mengatasi kemunculan wabah baru yang dipicu varian Delta.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (31/7/2021), jutaan orang di Kota Brisbane dan beberapa area lainnya di negara bagian Queensland akan ditempatkan di bawah perintah tetap di rumah mulai Sabtu (31/7) siang waktu setempat. Lockdown terbaru ini akan berlangsung kilat, yakni selama tiga hari.

"Satu-satunya cara untuk mengalahkan varian Delta adalah bergerak cepat, menjadi cepat dan kuat," sebut Wakil Premier Queensland, Steven Miles, dalam pernyataannya.

Miles menuturkan bahwa saat ini otoritas Queensland mencatat sedikitnya tujuh kasus Corona varian Delta, yang sebagian besar terkait seorang siswa sekolah, keluarganya dan seorang guru les. Hingga kini, otoritas setempat masih berupaya melacak sumber awal penularannya.

Lockdown kilat yang diberlakukan akhir pekan ini menjadi 'lockdown paling ketat' yang pernah diterapkan di Brisbane. Selama lockdown berlaku, warga setempat hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk alasan penting, termasuk membeli kebutuhan pokok dan berolahraga.

Brisbane ditempatkan di bawah lockdown saat Sydney, kota terbesar di Australia, dan wilayah sekitarnya menyelesaikan lockdown Corona selama lima pekan, dengan otoritas setempat berjuang keras menghentikan penyebaran Corona varian Delta.

"Kita tidak boleh berpuas diri hanya karena kita telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Kita semua harus mematuhi pembatasan ini," tandas Miles.

(nvc/idh)