WHO: Varian Delta Tak Secara Khusus Menyasar Anak-anak

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 31 Jul 2021 02:24 WIB
TRENCIN, SLOVAKIA - JULY 7: A Slovak band Vrbovski vitazi performing during the Pohoda Festival on July 7, 2021 in Trencin, Slovakia. Pohoda, the largest music and culture festival in Slovakia, holds a special pandemic version, the so-called Pohoda on the Ground. After last years edition having been moved to a virtual space, this year the organisers decided to allow live audiences of up to 1000 attendees. Attendees must undergo strict pandemic measures, only those who have been vaccinated with at least one dose of Covid-19 vaccine or those who recently contracted Covid can enter without testing. (Photo by Robert Barca/Getty Images)
Foto: Getty Images/Robert Barca
Jakarta -

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Delta COVID-19 tidak secara khusus menargetkan anak-anak. Pemimpin teknis COVID-19 WHO Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa varian itu menyebar di antara orang-orang yang berkumpul.

"Biar saya perjelas: kami tidak melihat varian Delta secara khusus menargetkan anak-anak," kata Van Kerkhove dalam konferensi pers, dilansir dari AFP, Sabtu (31/7/2021).

Pakar dari AS ini menyebut varian Delta kini telah terdeteksi di 132 negara dan lebih menular daripada versi virus sebelumnya, termasuk varian lain yang menjadi perhatian.

Badan kesehatan PBB mengatakan pekerjaan sedang dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika Delta dan mengapa hal itu lebih menular.

"Ada beberapa saran bahwa varian tersebut secara khusus menargetkan anak-anak, tetapi sebenarnya tidak demikian. Apa yang kami lihat adalah bahwa varian tersebut akan menargetkan mereka yang berbaur secara sosial," kata Van Kerkhove.

"Apa yang kami lihat adalah varian yang beredar akan menginfeksi orang jika mereka tidak mengambil tindakan pencegahan yang tepat," lanjutnya.

Tindakan itu yakni penerapan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak fisik dan menghindari berkumpul di ruang dalam ruangan yang berventilasi buruk dan padat.

WHO telah menerbitkan rencana yang merinci cara-cara di mana sekolah dapat dibuka kembali dan tetap buka dengan aman.

"Tetapi kami benar-benar perlu menurunkan transmisi di masyarakat untuk memastikan bahwa mereka dapat membuka dengan aman," kata Van Kerkhove.

(eva/eva)