Kabur dari Taliban, 200 Penerjemah Afghanistan Tiba di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 18:24 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
Ilustrasi (dok. AP/Alex Brandon)
Washington DC -

Penerbangan pertama yang membawa ratusan warga Afghanistan yang sebelumnya menjadi penerjemah bagi militer Amerika Serikat (AS) baru saja tiba di negara tersebut. Ini menandai awal operasi mengevakuasi ribuan bekas penerjemah untuk militer AS dari pembalasan kelompok Taliban di Afghanistan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (30/7/2021), sekitar 20.000 warga Afghanistan bekerja untuk AS usai invasi tahun 2001 menyusul serangan 11 September. Beberapa waktu terakhir, mereka mendaftar untuk dievakuasi di bawah program Visa Imigrasi Khusus dari Departemen Luar Negeri AS.

Beberapa memperkirakan jumlah total calon pengungsi di bawah Operation Allies Refuge bisa mencapai 100.000 orang begitu anggota keluarga mereka disertakan.

Banyak dari mereka mengkhawatirkan serangan balasan dari Taliban, yang berhasil merebut sebagian besar wilayah Afghanistan sejak tentara asing termasuk AS mulai meninggalkan negara tersebut.

"Hari ini adalah tonggak penting karena kita terus memenuhi janji kita kepada ribuan warga Afghanistan yang bahu-membahu dengan tentara dan diplomat Amerika selama 20 tahun terakhir di Afghanistan," ucap Presiden Joe Biden dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih.

Menurut pejabat Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Russ Travers, penerbangan pertama ini membawa sekitar 200 orang yang akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan berbagai prosedur lainnya sebelum dikirimkan ke rumah-rumah baru mereka di berbagai wilayah AS.

"Mereka semua telah menyelesaikan pemeriksaan latar belakang keamanan yang ketat oleh komunitas intelijen, dan Departemen Luar Negeri dan Keamanan Dalam Negeri," sebut Travers.

Direktur Gugus Tugas Afghanistan pada Departemen Luar Negeri AS, Tracey Jacobson, menyebut warga Afghanistan yang baru tiba di AS itu akan dibawa ke pangkalan militer Fort Lee di dekat Petersburg, Virginia.

"Mereka semua sudah dites COVID, mereka telah menjalani uji kebugaran untuk terbang, dan kami telah menawarkan vaksin di Kabul kepada mereka yang tertarik mendapatkannya. Kami juga akan menawarkan vaksin di Fort Lee," sebutnya.

Kemudian, dengan bantuan Organisasi Migrasi Internasional (IOM) pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), mereka akan dikirimkan ke rumah-rumah baru -- baik dengan kerabat mereka yang sudah tinggal di AS, atau diatur oleh IOM dan Departemen Luar Negeri.

Pada Kamis (29/7) waktu setempat, Kongres AS dengan suara bulat meloloskan langkah yang akan menyediakan dana US$ 1,1 miliar untuk mendanai permukiman kembali warga Afghanistan yang mendukung misi AS. Kini langkah itu diteruskan ke DPR AS, yang diharapkan akan diloloskan dan menerima tanda tangan Biden.

(nvc/ita)