Israel Mulai Vaksinasi Dosis Ketiga untuk Warga 60 Tahun ke Atas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 11:20 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
ilustrasi (Foto: AP/Alastair Grant)
Tel Aviv -

Otoritas Israel akan mulai menawarkan dosis ketiga vaksin virus Corona (COVID-19) untuk orang-orang berusia 60 tahun ke atas di wilayahnya. Dengan ini, Israel menjadi salah satu negara pertama yang menawarkan suntikan booster untuk warganya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (30/7/2021), Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett mengumumkan bahwa pemberian suntikan booster akan dimulai pada Minggu (1/8) mendatang sebagai bagian dari 'kampanye vaksinasi pelengkap' untuk orang-orang berusia 60 tahun ke atas yang sudah divaksin dua dosis lebih dari 5 bulan lalu.

Pemberian suntikan booster untuk warga Israel ini diputuskan saat kekhawatiran memuncak soal Corona varian Delta yang sangat mudah menular dan menyebar dengan cepat.

"Saya menyerukan kepada semua warga lanjut usia yang sudah divaksinasi untuk menerima dosis tambahan ini. Lindungi diri Anda," tegas PM Bennett.

Sekitar 55 persen dari total 9 juta jiwa populasi Israel telah menerima dua dosis vaksin Corona, dengan sebagian besar menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech.

"Israel telah memvaksinasi 2.000 orang yang mengalami imunisupresi dengan dosis ketiga, tanpa efek samping yang parah. Dan sekarang kita meluncurkan kampanye dosis ketiga nasional," cetus PM Bennett.

"Keputusan itu didasarkan pada penelitian dan analisis yang meyakinkan, juga peningkatan risiko gelombang varian Delta," sebut PM Bennett.