Gempa M 8,2 di Alaska AS Hanya Ciptakan Tsunami Kecil

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 30 Jul 2021 00:38 WIB
Petugas mengukur panjang amplitudo letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari data rekam seismograf di Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Banten, Kamis (27/12/2018). PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menaikan status GAK dari WASPADA ke level SIAGA sejak Kamis (27/12) karena frekwensi letusan meningkat dengan amplitudo rata-rata 25 milimeter diiringi dentuman cukup keras. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Foto: Seismograf, alat perekam gempa (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Jakarta -

Gempa berkekuatan magnitudo 8,2 di semenanjung Alaska, Amerika Serikat (AS) hanya menciptakan tsunami kecil. Peringatan tsunami pun telah dicabut.

Dilansir dari AFP, Kamis (29/7/2021), Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan, gempa tersebut menghasilkan gelombang kecil. Tidak terjadi tsunami besar sebelum semua peringatan dibatalkan.

Diketahui, kejadian ini terjadi pada Rabu (28/7) 22.15 waktu setempat. Titik gempa berada 91 kilometer sebelah tenggara kota Perryville.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional milik pemerintah AS segera mengeluarkan peringatan untuk Alaska selatan dan semenanjung Alaska. Tapi, peringatan dibatalkan tiga jam kemudian.

Ketinggian gelombang maksimal yang terdeteksi adalah delapan inci, atau 21 sentimeter di atas permukaan air laut. Tsunami usai gempa, menghantam setidaknya enam titik di lepas pantai Alaska.


Sementara itu, dilansir dari APNews, Patrick Mayer, pengawas sekolah untuk Aleutians East Borough, sedang duduk di dapurnya di komunitas Sand Point ketika goncangan akibat gempa dimulai.

"Itu mulai berjalan dan tidak berhenti," kata Mayer kepada Anchorage Daily News, seperti dilansir APNews.

"Itu berlangsung lama dan ada beberapa gempa susulan juga, " katanya.

Di King Cove, hingga 400 orang berlindung di gym sekolah.

"Kami sudah terbiasa dengan ini. Ini cukup normal untuk daerah ini untuk mendapatkan gempa semacam ini, dan ketika sirene tsunami berbunyi, itu hanya sesuatu yang kami lakukan,"kata kepala sekolah Paul Barker kepada surat kabar Anchorage.

"Ini bukan sesuatu yang biasa Anda lakukan, tetapi itu adalah bagian dari kegiatan orang yang tinggal di sini dan menjadi bagian dari komunitas."

(aik/aik)