Round-Up

Sekali Lagi Junta Myanmar Berulah Batalkan Kemenangan Partai Suu Kyi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 23:03 WIB
Myanmar State Counsellor Aung San Su Kyi attends the Myanmar Ethnics Culture Festival in Yangon on February 1, 2020. (Photo by Sai Aung Main / AFP)
Aung San Suu Kyi (Foto: AFP/SAI AUNG MAIN)
Naypyitaw -

Junta Militer Myanmar kembali berulah. Setelah melakukan kudeta, kali ini junta membatalkan kemenangan partai Aung San Suu Kyi.

Dilansir dari AFP, Selasa (27/7/2021), junta militer Myanmar membatalkan hasil pemilu tahun 2020. Pemilu itu dimenangkan oleh Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi.

Junta militer Myanmar menyatakan Pemilu 2020 berlangsung dengan tidak bebas dan adil. Pembatalan hasil pemilu itu diumumkan 6 bulan setelah Suu Kyi dilengserkan dalam kudeta militer pada Februari 2021.

Menurut Komisi Pemilu junta militer Myanmar, ada lebih dari 11 juta kasus penipuan dalam Pemilu tersebut. NLD sendiri mengalahkan oposisi yang didukung militer pada 2020.

"Mereka (NLD-red) berupaya merebut kekuasaan negara dari partai-partai dan kandidat non-NLD dengan menyalahgunakan pembatasan COVID-19," sebut ketua komisi pemilu junta Myanmar, Thein Soe, dalam pernyataannya.

"(Pemilu itu) Tidak bebas dan adil, itulah mengapa hasil pemilu 2020 dibatalkan," imbuhnya.

Dia tak menyebutkan lebih lanjut apakah Pemilu baru akan digelar di negara berpenduduk 54 juta jiwa itu atau tidak. Junta militer Myanmar sempat menyatakan akan menggelar Pemilu baru dalam 2 tahun. Pihak militer juga mengancam akan membubarkan NLD.

Suu Kyi Masih Ditahan

Suu Kyi sendiri masih ditahan oleh junta militer sejak kudeta Februari lalu. Dia ditahan atas tuduhan korupsi dan lainnya.

Suu Kyi sudah menjalani sejumlah persidangan. Dia dijerat serangkaian dakwaan mulai dari melanggar pembatasan virus Corona (COVID-19) hingga secara ilegal mengimpor walkie-talkie. Atas rentetan dakwaan itu, Suu Kyi terancam hukuman penjara selama lebih dari satu dekade.

Myanmar sendiri dilanda kekacauan sejak militer mengambil alih kekuasaan. Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 900 orang tewas akibat tindakan junta militer.

Gelombang baru Corona juga menambah kekacauan di Myanmar. Banyak rumah sakit kosong dari para staf medis yang pro-demokrasi.

Bank Dunia menyebut perekonomian Myanmar diperkirakan menyusut 18 persen tahun 2021. Hal itu terjadi karena kerusuhan yang dipicu kudeta serta gelombang baru Corona.

Sementara itu terkait hasil pemilu tahun 2020, NLD diketahui mendapat dukungan lebih besar dibandingkan saat pemilu tahun 2015. Dalam laporan soal pemilu Myanmar tahun 2020, kelompok pemantau Asian Network for Free Elections menyebut pemilu tersebut 'pada umumnya, mewakili kehendak rakyat'.

Lihat juga video 'Rakyat Myanmar Gelar Aksi untuknya, Ini Reaksi Aung San Suu Kyi':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)