Israel Gempur Gaza Usai Serangan Balon Api yang Picu Kebakaran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 11:07 WIB
A warplane carries out a bombing run above Syria near the Israeli-Syrian border as it is seen from the Israeli-occupied Golan Heights , Israel July 24, 2018. REUTERS/Ammar Awad
ilustrasi (Foto: REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta -

Militer Israel melancarkan serangan udara di wilayah Jalur Gaza usai serangan balon api yang diluncurkan dari wilayah Palestina tersebut memicu kebakaran di Israel. Tak ada laporan mengenai korban luka akibat serangan udara Israel maupun serangan balon api.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (26/7/2021), sumber keamanan Palestina mengatakan kepada AFP, serangan Israel pada Minggu (25/7) waktu setempat tersebut menargetkan area terbuka di Gaza utara dan tempat pelatihan militan milik Hamas di selatan Khan Yunis.

Serangan itu terjadi setelah Israel mengurangi setengah zona penangkapan ikan di wilayah pantai yang diblokade, respons umum setelah serangan proyektil oleh kelompok-kelompok bersenjata di Gaza.

Menurut cabang militer yang bertanggung jawab atas urusan sipil di wilayah Palestina (COGAT), zona penangkapan ikan telah dikurangi dari 12 mil laut menjadi enam mil laut.

"Keputusan itu dibuat menyusul peluncuran terus-menerus balon api dari Jalur Gaza ke Israel, yang merupakan pelanggaran kedaulatan Israel," kata COGAT dalam sebuah pernyataan.

Hamas "bertanggung jawab atas semua kegiatan di Jalur Gaza dan semua tindakan yang berasal dari Jalur Gaza yang ditujukan kepada negara Israel", imbuh COGAT.

"Oleh karena itu Hamas akan menanggung konsekuensi atas kekerasan yang dilakukan terhadap warga negara Israel," tandasnya.

Sebelumnya pada Minggu (25/7) pagi waktu setempat, petugas pemadam kebakaran Israel mengatakan mereka memadamkan kobaran api di tiga titik di wilayah Eshkol dekat perbatasan. Petugas menyalahkan "balon api" sebagai penyebabnya.

Balon api pada dasarnya merupakan balon yang dipasangi peledak atau bom Molotov, yang dimaksudkan untuk membakar lahan-lahan dan semak-semak di sekitar Gaza, atau di perbatasan Israel.

Pada 12 Juli, Israel mengumumkan akan memperluas kembali zona penangkapan ikan di Gaza dan mengizinkan impor tambahan ke wilayah Palestina, tetapi memperingatkan tindakan itu dapat dibatalkan sebagai tanggapan atas kerusuhan baru.

Konflik selama 11 hari di bulan Mei membuat Israel melancarkan ratusan serangan udara di Gaza, dan Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel.

Sebelum konflik Mei, zona penangkapan ikan Gaza adalah 15 mil laut, tetapi Israel menguranginya selama perang.

(ita/ita)