Round Up

3 Negara Ini Dilanda Protes Pembatasan-Vaksinasi Corona

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 20:08 WIB
Demo Pembatasan COVID-19 di Paris Ricuh, Warga Bentrok dengan Polisi
Kota Paris ricuh usai warganya protes tentang pembatasan hingga vaksinasi (Foto: AP Photo/Rafael Yaghobzadeh)
Jakarta -

Pembatasan Corona hingga aturan vaksin memicu gelombang protes dari sejumlah warga di negara-negara di dunia. Negara-negara tersebut antara lain seperti Australia, Yunani hingga Prancis.

Diketahui lonjakan kasus COVID-19 memang sedang melanda negara-negara di dunia. Terlebih dengan munculnya varian baru yang lebih cepat menular, yakni varian Delta.

detikcom merangkumkan sejumlah kabar terkait negara yang dilanda protes pembatasan-vaksinasi corona:

Australia

Masyarakat dari dua kota terbesar di Australia berkumpul guna memprotes lockdown yang diterapkan untuk mengendalikan penularan infeksi virus Corona pada Sabtu (24/7). Beberapa demonstran ditangkap di Sydney setelah bentrokan dengan polisi.

Sebuah kelompok menyerang petugas berkuda sambil melemparkan tanaman pot dan botol, saat para penentang lockdown di Sydney turun ke jalan. Sementara di kota Melbourne, media lokal melaporkan ribuan pengunjuk rasa tanpa masker memadati jalan-jalan setelah berkumpul di luar gedung parlemen negara bagian pada sore hari.

Aksi ini dilakukan sehari setelah pihak berwenang menyarankan pembatasan dapat tetap berlaku hingga Oktober mendatang.

Penyelenggara menyebut aksi protes itu sebagai unjuk rasa "kebebasan" dan mempublikasikannya di halaman media sosial yang sering digunakan untuk menyebarkan disinformasi vaksin dan teori konspirasi.

Para peserta demo membawa tanda dan spanduk bertuliskan "Bangunlah Australia", pesan yang juga digaungkan dalam aksi-aksi demonstrasi serupa di luar negeri.

Saat ini sekitar setengah dari 25 juta warga Australia tengah berada di bawah lockdown di beberapa kota. Kemarahan warga meningkat atas pembatasan dan kegagalan pemerintah konservatif untuk menyediakan pasokan vaksin yang memadai, dimana baru 11 persen dari total populasi yang sudah divaksinasi lengkap.