Kasus Harian Corona di Thailand Kembali Pecah Rekor

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 11:11 WIB
Otoritas pemerintah Thailand kembali melakukan lockdown karena melonjaknya kasus penyebaran COVID-19 varian Alpha dan Delta. Yuk kita lihat suasananya.
Kasus Harian Corona di Thailand Kembali Pecah Rekor -- Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Bangkok -

Kasus harian COVID-19 di Thailand kini memecahkan rekor di angka 15 ribuan. Hal ini dilakukan usai sebelumnya pemerintah meminta maaf atas lambatnya program vaksinasi Corona di negara tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (25/7/2021) Thailand melaporkan 15.335 kasus harian baru, sehingga kasus kumulatif negara itu menjadi 497.302. Sementara itu, Thailand juga melaporkan 129 kematian baru, sehingga total kematian menjadi 4.059.

Pada Jumat (23/7), Bangkok juga telah menutup taman-taman dan beberapa tempat umum lainnya guna merespon lonjakan kasus COVID-19. Pembatasan mobilitas masyarakat diketahui terjadi usai heboh penemuan korban COVID-19 tewas di jalan-jalan Bangkok.

Saat itu, para pejabat diminta Perdana Menteri untuk menemukan cara membawa para pasien COVID-19 ke rumah sakit agar tidak terjadi kejadian serupa.

Sebelumnya, Kepala Institut Vaksin Nasional Thailand, Nakorn Premsri, menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Thailand atas lambannya laju vaksinasi Corona. Dia juga mengumumkan bahwa Thailand bergabung program berbagi vaksin Corona, COVAX, yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Saya meminta maaf kepada rakyat bahwa Institut Vaksin Nasional belum berhasil mendapatkan jumlah vaksin yang cukup layak untuk situasi saat ini, meskipun kami telah mengupayakan yang terbaik," ucap Nakorn dalam konferensi pers pada Rabu (21/7) waktu setempat.

"Mutasi (virus) merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi, yang memicu penyebaran lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Upaya pengadaan vaksin tidak sesuai dengan situasi saat ini," imbuhnya.

Dia menyatakan Thailand sedang dalam proses untuk bergabung dengan COVAX, dan diharapkan bisa mulai menerima pasokan vaksin melalui program global itu pada kuartal pertama tahun 2022.

Thailand menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang tidak bergabung program COVAX. Pada Februari lalu, otoritas Thailand beralasan bahwa negaranya dikategorikan sebagai negara berpendapatan menengah sehingga tidak akan menerima pasokan vaksin gratis atau murah dari program tersebut.

Thailand berencana menyuntikkan 100 juta dosis vaksin Corona sepanjang tahun ini dan telah memesan 105,5 juta dosis dari sejumlah produsen vaksin. Jumlah itu terdiri atas 61 juta dosis vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh Siam Bioscience -- perusahaan milik Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, kemudian 19,5 juta dosis vaksin Sinovac, lalu 20 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech dan 5 juta dosis vaksin Johnson & Johnson.

Pekan lalu, keraguan baru muncul setelah terungkap bahwa Siam Bioscience kemungkinan tidak akan mampu menyalurkan pasokan vaksin sesuai target hingga Mei 2022 karena masalah produksi.

Sejauh ini, Thailand diketahui telah menyuntikkan 14,8 juta dosis vaksin Corona. Sekitar 11,3 juta warga Thailand, atau 16 persen dari total 69 juta jiwa populasi, dilaporkan telah menerima setidaknya satu dosis suntikan vaksin Corona.

Simak juga 'Krisis Covid-19, Ratusan Demonstran Tuntut PM Thailand Mundur':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/gbr)