Kasus Corona Turun, Taiwan Segera Longgarkan Pembatasan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 12:11 WIB
People wear face masks to protect against the spread of the coronavirus after the COVID-19 alert raise to level 3 in Taipei, Taiwan, Saturday, May 15, 2021. Taiwan, which has had enviable success in containing COVID-19, imposed new restrictions in its capital city on Saturday as it battled its worst outbreak since the pandemic began. (AP Photo/Chiang Ying-ying)
ilustrasi (Foto: AP/Chiang Ying-ying)
Jakarta -

Pemerintah Taiwan akan melonggarkan pembatasan COVID-19 mulai minggu depan. Pelonggaran ini akan dilakukan seiring jumlah kasus infeksi virus Corona turun dengan cepat, sehingga memberikan kepercayaan kepada pihak berwenang untuk lebih menurunkan tingkat siaga.

Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Jumat (23/7/2021), Taiwan telah menerapkan pembatasan pertemuan, termasuk menutup tempat hiburan dan membatasi restoran untuk layanan bawa pulang, pada pertengahan Mei lalu. Pembatasan itu dilakukan menyusul lonjakan kasus domestik setelah berbulan-bulan tidak ada atau hanya beberapa kasus selain kasus impor.

Sementara beberapa dari pembatasan itu dilonggarkan bulan ini, tapi apa yang disebut sebagai peringatan tingkat tiga tetap berlaku dan akan berakhir pada 26 Juli.

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang mengatakan peringatan akan diturunkan ke level dua mulai 27 Juli mendatang.

"Epidemi domestik secara bertahap stabil dan menuju arah yang baik," kata Su.

"Warga harus tetap mengikuti semua panduan pencegahan pandemi dengan ketat untuk menjaga pencapaian yang diperoleh dengan susah payah ini setelah pembatasan dilonggarkan," imbuhnya.

Dikatakannya, Kementerian Kesehatan akan mengumumkan rincian pedoman baru pada hari Jumat (23/7) ini.

Keputusan Taiwan ini bertentangan dengan banyak tetangga regionalnya, seperti Thailand dan Indonesia, di mana jumlah kasus infeksi, yang sebagian besar dipicu oleh penyebaran varian Delta, semakin meningkat, yang mengarah ke pembatasan yang semakin ketat.

Taiwan tidak pernah melakukan lockdown (penguncian) penuh, meskipun perbatasannya sebagian besar tetap tertutup selain bagi warga negara Taiwan dan pemegang kartu tempat tinggal asing.

Taiwan, yang wabah domestiknya selalu relatif kecil, sejauh ini telah melaporkan 15.511 kasus COVID-19 sejak pandemi dimulai, termasuk 782 kematian.

(ita/ita)