India Gerebek Kantor Media yang Kritik Cara Pemerintah Tangani Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:27 WIB
Otoritas India melaporkan total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya telah menembus angka 6 juta.
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di India (dok. AP/Manish Swarup)

Pemimpin redaksi televisi Bharat Samachar, Brijesh Mishra, menegaskan dalam pernyataannya bahwa penggerebekan itu merupakan pelecehan terhadap media.

"Kami tidak takut dengan penggerebekan ini... kami berdiri di atas kebenaran dan 240 juta warga Uttar Pradesh," tegasnya.

Pemerintahan Modi telah sejak lama dituduh berupaya menekan laporan media yang kritis. Tuduhan ini telah dibantah. Indeks kebebasan pers pada Reporter Without Borders tahun 2021 menunjukkan India menempati peringkat 142 dari 180 negara.

Dalam tanggapannya, Kepala Menteri Rajasthan, Ashok Gehlot, menyebut penggerebekan itu sebagai upaya terang-terangan untuk menekan media.

"Pemerintahan Modi tidak bisa mentoleransi sedikitnya kritikan," ujar Gehlot, yang berasal dari Partai Kongres yang merupakan oposisi pemerintahan Modi.

Kepala Menteri New Delhi, Arvind Kejriwal, secara terpisah menyebut penggerebekan itu sebagai 'upaya untuk menakut-nakuti media'.


(nvc/ita)