India Gerebek Kantor Media yang Kritik Cara Pemerintah Tangani Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:27 WIB
Otoritas India melaporkan total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya telah menembus angka 6 juta.
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di India (dok. AP/Manish Swarup)
New Delhi -

Otoritas pajak India menggerebek kantor surat kabar dan televisi terkemuka yang diketahui kerap mengkritik cara pemerintah menangani pandemi virus Corona (COVID-19). Penggerebekan itu memicu tuduhan intimidasi oleh pemerintah terhadap media massa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (22/7/2021), belum ada pernyataan resmi dari pemerintah India terkait penggerebekan terhadap kantor surat kabar Dainik Bhaskar dan televisi Bharat Samachar itu. Namun laporan media lokal yang mengutip sejumlah pejabat pajak menyebut mereka memiliki 'bukti penipuan yang meyakinkan'.

Surat kabar Bhaskar yang memiliki jutaan pembaca, mempublikasikan serangkaian laporan soal kehancuran yang dipicu pandemi Corona pada April dan Mei, dan mengkritik manajemen krisis oleh pemerintah.

Dalam responsnya, surat kabar ini menuturkan dalam situsnya bahwa dalam enam bulan terakhir, pihaknya berupaya 'menunjukkan situasi nyata di negara ini'.

"Baik soal (pembuangan) jenazah di Sungai Gangga atau... menyembunyikan kematian akibat Corona, Bhaskar menunjukkan jurnalisme yang tidak kenal takut," tegas Bhaskar dalam pernyataannya.

Pada puncak pandemi Corona, keluarga-keluarga di wilayah utara dan timur India terpaksa membuang jenazah keluarga tercinta mereka ke sungai atau menguburkannya di pemakaman dangkal di tepi-tepi sungai, karena tidak mampu membiayai prosesi kremasi.

Bulan lalu, seorang editor surat kabar Bhaskar menulis artikel opini di media terkemuka Amerika Serikat (AS), New York Times yang menyebut jenazah-jenazah di Sungai Gangga menjadi simbol 'kegagalan dan penipuan' pemerintahan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi.

Selanjutnya
Halaman
1 2