Vaksinasi Corona Lamban, Pemerintah Thailand Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 13:44 WIB
Demi meningkatkan perlindungan, pemerintah Thailand akan mencampur Vaksin Sinovac dengan AstraZeneca untuk menggempur Varian Delta.
Ilustrasi -- Proses vaksinasi Corona di Thailand (dok. Getty Images/Sirachai Arunrugstichai)
Bangkok -

Pemerintah Thailand meminta maaf kepada rakyatnya atas lambannya laju vaksinasi virus Corona (COVID-19) di negara tersebut. Permintaan maaf ini disampaikan saat Thailand mencetak rekor tertinggi tambahan kasus harian Corona selama dua hari berturut-turut.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (22/7/2021), gugus tugas COVID-19 Thailand melaporkan 13.655 kasus Corona dalam 24 jam terakhir. Angka itu mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus harian Corona di negara ini.

Dengan tambahan itu, maka total 453.132 kasus Corona kini tercatat di wilayah Thailand.

Gugus tugas COVID-19 juga melaporkan 87 tambahan kematian dalam sehari, sehingga total 3.697 kematian akibat Corona kini terkonfirmasi di Thailand.

Kepala Institut Vaksin Nasional Thailand, Nakorn Premsri, menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Thailand atas lambannya laju vaksinasi Corona. Dia juga mengumumkan bahwa Thailand bergabung program berbagi vaksin Corona, COVAX, yang didukung oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Saya meminta maaf kepada rakyat bahwa Institut Vaksin Nasional belum berhasil mendapatkan jumlah vaksin yang cukup layak untuk situasi saat ini, meskipun kami telah mengupayakan yang terbaik," ucap Nakorn dalam konferensi pers pada Rabu (21/7) waktu setempat.

"Mutasi (virus) merupakan sesuatu yang tidak bisa diprediksi, yang memicu penyebaran lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Upaya pengadaan vaksin tidak sesuai dengan situasi saat ini," imbuhnya.