Data Survei Tunjukkan Dua Pertiga Populasi India Punya Antibodi Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 11:54 WIB
Jumlah kasus COVID-19 di India terus meroket hingga tembus angka 24 juta. Informasi yang salah mengenai virus Corona pun melonjak seiring dengan meningkatnya jumlah kematian akibat COVID-19
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di India (dok. AP Photo/Mahesh Kumar A)

Namun para pakar memperingatkan otoritas India untuk tidak terburu-buru membuka kembali kota-kota dan menyuarakan kekhawatiran soal kerumunan orang yang terpantau di situs-situs wisata setempat.

"Gelombang kedua masih berlangsung. Bahaya wabah-wabah baru masih sangat besar di sana," ucap penasihat top pemerintah India, Vinod Kumar Paul, dalam konferensi pers.

"Satu dari tiga orang, di manapun Anda berada ... masih rentan dan oleh karena itu, pandemi belum berakhir," imbuhnya mengingatkan.

Survei ini juga dilakukan terhadap 7.252 tenaga kesehatan dan mendapati 85 persen di antaranya memiliki antibodi, dengan satu dari 10 orang belum divaksin.

Bulan lalu, data menunjukkan sedikitnya separuh dari warga di bawah usia 18 tahun di Mumbai terpapar Corona dan telah memiliki antibodi. Sejumlah pakar menyebut gelombang ketiga Corona nantinya bisa mengenai anak-anak. Mumbai bergabung dengan kota-kota lainnya membangun bangsal besar untuk anak-anak sebagai persiapan.

Sebelumnya, hasil studi terbaru memperkirakan angka kematian Corona di India sebenarnya mencapai 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan data resmi pemerintah, yang nyaris mencapai 415.000 kematian.

Studi itu menyebutkan bahwa penghitungan pemerintah India bisa saja melewatkan kematian yang terjadi di rumah-rumah sakit yang kewalahan atau saat layanan kesehatan tertunda atau terganggu, khususnya saat lonjakan kasus memuncak pada awal tahun ini.


(nvc/idh)