China Laporkan Lonjakan Corona di Dekat Perbatasan Myanmar

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 13:14 WIB
China has tightened border security with Myanmar over concerns about an outbreak in a border area (STR AFP/File)
Ilustrasi -- Situasi di perbatasan China dan Myanmar (STR AFP/File)
Beijing -

Otoritas China melaporkan tambahan kasus harian virus Corona (COVID-19) tertinggi di wilayahnya sejak Januari lalu. Lonjakan kasus Corona ini dipicu kenaikan kasus impor di Provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Myanmar.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (20/7/2021), Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 65 kasus baru Corona dalam sehari, atau sepanjang Senin (19/7) waktu setempat.

Angka itu lebih tinggi jika dibandingkan sehari sebelumnya saat China daratan melaporkan 31 kasus Corona dalam sehari.

Angka 65 kasus dalam sehari itu tercatat sebagai yang tertinggi sejak 30 Januari saat negara ini melaporkan 92 kasus Corona dalam sehari.

Kasus impor atau penularan Corona yang terjadi di luar negeri disebut menyumbang paling banyak kasus baru di China untuk 19 Juli. Provinsi Yunnan melaporkan 41 kasus baru yang berasal dari luar negeri, yang semuanya merupakan warga negara China yang baru kembali dari Myanmar.

Kenaikan kasus Corona di Provinsi Yunnan berpusat di Ruili dan Longchuan -- dua kota kecil yang terletak di perbatasan China dengan Myanmar. Kedua kota itu melaporkan lonjakan kasus sejak Juni lalu.

Kota Ruili yang tengah menghadapi gelombang keempat, melaporkan tujuh kasus penularan lokal pada 19 Juli, sedangkan kota Longchuan hanya melaporkan satu kasus penularan lokal.

Tonton juga Video: Dokter China Tewas Karena Virus Monkey B, Apa Itu?

[Gambas:Video 20detik]