Jemaah Haji Tiba di Makkah, 60 Ribu Terpilih dari Setengah Juta Pendaftar

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 14:15 WIB
A Saudi policeman checks vehicles at a check point at the Muslim holy city of Mecca, ahead of the upcoming annual hajj pilgrimage, Thursday, July 15, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Jelang Ritual Haji, Kendaraan yang Masuk Makkah Diperiksa Ketat (Foto: AP/Amr Nabil)

Seperti negara-negara Teluk lainnya, Arab Saudi adalah rumah bagi populasi ekspatriat yang signifikan dari Asia Selatan, Timur Jauh, Afrika, serta Timur Tengah.

"Saya merasa seperti memenangkan lotre," kata apoteker Mesir, Mohammed El Eter setelah terpilih.

"Ini adalah momen spesial yang tak terlupakan dalam hidup seseorang. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena memberi saya kesempatan ini, untuk diterima di antara banyak orang yang melamar," kata pria berusia 31 tahun itu kepada AFP.

Pada hari Sabtu (17/7) ini, para jemaah haji akan mulai mengelilingi Ka'bah sebelum secara resmi memulai haji pada hari Minggu (18/7) besok.

Dipilih dari lebih dari 558.000 pelamar melalui sistem pemeriksaan online, acara ini terbatas pada mereka yang telah divaksinasi penuh dan berusia 18-65 tahun tanpa penyakit kronis.

Wakil Menteri Kementerian Haji Mohammad al-Bijawi mengatakan, para jemaah haji akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang hanya terdiri dari 20 orang "untuk membatasi kemungkinan paparan hanya kepada 20 orang itu, membatasi penyebaran infeksi."

Arab Saudi sejauh ini telah mencatat lebih dari 507.000 kasus COVID-19, termasuk lebih dari 8.000 kematian. Sejauh ini, lebih dari 20 juta dosis vaksin telah diberikan di negara berpenduduk lebih dari 34 juta orang itu.


(ita/ita)