Dirawat di RS Usai 10 Hari Cegukan, Kondisi Presiden Brasil Membaik

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 02:04 WIB
Brasília -

Kondisi Presiden Brasil Jair Bolsonaro di rumah sakit membaik. Diketahui, ia mendapatkan perawatan intensif usai 10 hari berturut-turut mengalami cegukan.

Dilansir AFP, pihak rumah sakit menyatakan keadaan Bolsonaro stabil. Namun, Bolsonaro tetap memperoleh perawatan yang ketat.

"Rencana perawatan yang ditetapkan sebelumnya tetap berlaku. Presiden akan tetap (dirawat)," pernyataan pihak rumah sakit seperti dilansir AFP, Jumat (16/7/2021).

Belum ada rencana rumah sakit untuk melakukan operasi. Namun, jika operasi 'harus' dilakukan, maka itu akan menjadi operasi ke 7 Bolsonero.

Putranya Bolsonaro,Eduardo Bolsonaro, mengatakan dalam sebuah video yang diterbitkan ke Telegram bahwa para dokter telah mengeluarkan "hampir satu liter (seperempat galon) cairan" dari perut Bolsonaro. Cairan tersebut menjadi penyebab penyumbatan pada usus sang Presiden.

Putra Bolsonaro lainnya, Flavio Bolsonaro, mengatakan ayahnya telah "diintubasi sebagai tindakan pencegahan".

Cegukan Melulu

Pria 66 tahun dari spektrum politik sayap kanan jauh itu sudah mengeluh cegukan terus sejak 3 Juli lalu. Dia sebelumnya dirawat di rumah sakit militer di Brasilia, namun kemudian dibawa ke Sao Paulo.

Bolsonaro sudah bicara soal masalah cegukan ini di radio setempat. "Ini juga sudah terjadi kepada saya sebelumya, mungkin karena pengaruh obat yang saya konsumsi, jadinya saya cegukan terus selama 24 jam," kata Bolsonaro.

Terlilit Masalah

Bolsonaro baru-baru ini juga diselidiki soal masalah korupsi vaksin. Kepolisian federal Brasil secara resmi membuka penyelidikan terhadap Presidennya terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan vaksin COVID-19 senilai 1,6 miliar Real Brasil (Rp 4,4 triliun).

Bolsonaro terjerat tuduhan penyimpangan kontrak pengadaan pembelian 20 juta dosis vaksin Corona buatan Bharat Biotech asal India senilai 1,6 miliar Real Brasil. Kontrak pembelian itu ditandatangani pada Februari lalu.

(isa/isa)