Round-Up

Penerima Vaksin Sinovac Boleh Masuk Saudi Asal Mau Disuntik Sekali Lagi

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 22:06 WIB
Anggota kepolisian berjaga di dekat Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Sedikitnya 8 juta dosis dalam bentuk bulk vaksin Sinovac pada tahap ke-13 tersebut tiba di Bio Farma untuk diproses dan didistribusikan guna mempercepat rencana vaksinasi sedikitnya 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mempercepat kekebalan komunal terhadap COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Jakarta -

Kabar baik datang dari pemerintah Arab Saudi yang kini telah mengizinkan vaksin Corona buatan Sinovac Biotech ke dalam daftar vaksin yang diterima untuk masuk ke wilayahnya. Namun, ada syarat tambahan yang masih harus dipenuhi jika orang-orang yang divaksin Sinovac ingin masuk ke wilayah Saudi.

Hal itu terungkap seperti dilansir media Malaysia, The Star, Selasa (13/7/2021), Menteri Urusan Agama pada Departemen Perdana Menteri Malaysia, Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri, mengatakan bahwa vaksin Sinovac buatan China kini masuk dalam daftar yang diakui untuk masuk ke Saudi.

Zulkifli menyebut hal ini sebagai kabar baik bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah Haji dan Umroh di masa mendatang. "Mari kita semua berdoa agar urusan jemaah Malaysia yang telah disetujui untuk menunaikan ibadah Haji tahun ini, bisa dimudahkan oleh Allah SWT," tuturnya dalam postingan via Facebook.

Secara terpisah, media lokal Saudi Gazette melaporkan bahwa orang-orang yang telah disuntik dua dosis vaksin Sinovac dan Sinopharm -- semuanya buatan China -- perlu menerima dosis suntikan booster sebagai prasyarat memasuki wilayah Saudi.

Syarat terbaru ini tertuang dalam pembaruan regulasi yang dirilis otoritas kesehatan Saudi dan diumumkan oleh Otoritas Jalan Lintas Raja Fahd pada Minggu (11/7) waktu setempat.

Menurut pembaruan regulasi kesehatan Saudi tersebut, orang-orang yang telah menerima dua dosis vaksin Sinopharm dan Sinovac harus menerima suntikan dosis booster dari jenis vaksin yang disetujui otoritas Saudi, yakni vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin AstraZeneca, vaksin Johnson & Johnson dan vaksin Moderna.

Syarat lainnya yang harus dipenuhi adalah tes PCR wajib dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum kedatangan di Saudi.

Aturan baru ini diumumkan di tengah kekhawatiran bahwa vaksin Corona yang kini digunakan di sebagian besar negara berkembang tidak mampu melawan varian Delta yang mudah menular, dan hal itu mendorong beberapa negara untuk menawarkan dosis ketiga sebagai booster untuk meningkatkan imunitas.

Menurut sejumlah laporan, otoritas kesehatan dari beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain telah memutuskan untuk menawarkan dosis ketiga kepada beberapa orang yang telah disuntik vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Simak Video: Persiapan Saudi Sambut Jemaah Haji Domestik di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]